NASIONAL - SOSIAL
Selasa, 28 September 2010 , 17:51:00
oleh : Saiko Damai - dikutip dari milist Pramuka
JAKARTA - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Azrul Azwar, tidak
ingin Pramuka disebut sebagai organisasi kepemudaan. Menurutnya, Gerakan Pramuka
lebih bersifat pendidikan. Karenanya, ia meminta kepada DPR yang saat ini
membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pramuka, bisa memasukkan organisasi
kepanduan itu ke kementrian yang relevan.
"Tidak bisa disamakan dengan organisasi kepemudaan. Kita serahkan ke DPR, mau
dibawa ke mana, tapi kita ingin di bawah kementrian yang relevan," kata Azrul
kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/9), usai diskusi
tentang RUU Pramuka.
Azrul juga mendukung upaya DPR yang terus berupaya menyelesaikan RUU Pramuka.
Kata dia, Pramuka memang harus diatur dalam UU bukan dalam bentuk Keputusan
Presiden (Kepres) sehingga kedudukannya lebih kuat. "Kami mendorong
Undang-undang ini (RUU Pramuka) supaya eksistensi Pramuka diakui dan mendapat
perlindungan," ucapnya.
Dengan adanya UU Pramuka, kata Azrul, maka diharapkan tidak ada lagi organisasi
kepramukaan yang ingin berdiri sendiri. Menurutnya, bisa saja banyak organisasi
kepramukaan, tapi induknya tetap satu.
"Di seluruh negara, induk Pramuka itu hanya satu, tidak ada dua. Bila banyak
sepert itu, maka bangsa ini akan terkotak-kotak dan yang rugi bangsa Indonesia
sendiri," katanya. (awa/jpnn)
selanjutnya ...
Rabu, September 29, 2010
Jumat, September 24, 2010
Sudah Kembali ke RI, Panja DPR Temukan 3 Penyebab Pramuka Gagal di Afsel
Jakarta - Rombongan Panja Pramuka dari Komisi X DPR yang berangkat studi banding di Afrika Selatan (Afsel) sejak 14 September, telah kembali ke Tanah Air. Sesuai misi semula, mereka banyak mendapat pelajaran mengapa Pramuka kurang berkembang di negeri itu.
Rully Chairul Azwar, ketua rombongan Panja ke Afsel, pihaknya menemukan alasan mengapa Pramuka di Afsel tidak berkembang. "Jadi ada tiga hal kenapa Pramuka di sana tidak besar," kata Rully kepada detikcom, Selasa (21/9/2010).
Hal pertama yang membuat Pramuka Afsel tidak berkembang adalah karena wadah tersebut tidak dikelola oleh negara. Pendanaan kegiatan itu hanya diperoleh dari bantuan orang-orang atau lembaga-lembaga tertentu.
"Jadi seperti NGO saja, seperti LSM. Dan mereka bukan semacam wadah untuk pembentukan karakter anak muda, kalau yang ingin ikut, ya masuk. Begitu saja. Alasannya karena mereka ingin mempertahankan independensi," cerita Rully.
Hal kedua, pada era tertentu, orang kulit hitam di Afsel tidak boleh bergabung dalam wadah tersebut. Hal ini membuat anggota Pramuka Afsel tidak bertambah dengan cepat. "Tapi sekarang sudah boleh ikut," kata politisi Partai Golkar ini.
Alasan ketiga yang ditemukan Panja Pramuka DPR, karena tidak dikelola oleh negara, kegiatan Pramuka di Afsel tidak masuk di sekolah-sekolah. "Jadi kegiatan Pramuka itu tidak ada di sekolah-sekolah di sana," kata Rully.
Rully mengatakan, Panja Pramuka belajar banyak hal dengan mengunjungi Afsel. Awalnya, semua bertanya-tanya mengapa Pramuka di Afsel tidak besar, padahal dari negara itulah justru inspirasi Pramuka berasal.
"Bapak Pramuka itu dapat insprirasi untuk membentuk Pramuka itu dari Afsel, harusnya kan sekarang Pramukanya berkembang, tapi ternyata tidak. Dan ternyata penyebabnya adalah tiga hal itu," kata Rully.
Rully menegaskan, kepergian Panja Pramuka ke Afrika Selatan sama sekali bukan jalan-jalan. Semua itu dilakukan dalam rangka uji sahih sebelum sebuah undang-undang diluncurkan.
Rully mengakui, studi banding dalam rangka uji sahih itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun hal itu penting dilakukan karena merupakan salah satu proses penting dalam suatu pembentukan undang-undang.
"Itu proses yang tidak bisa dihilangkan, kita tidak bisa menghilangkan satu mekanisme itu," kata Rully.
Menurut Rully, jika biaya untuk proses pembentukan undang-undang memang dirasa sangat berat, ada baiknya ada pembatasan undang-undang per tahunnya. "Kalau memang biayanya besar, ya dibatasi saja per tahun berapa UU, tapi jangan dikurangi mekanismenya," kata Rully.
Rully setuju jika ada kritikan kepada pemerintah maupun DPR yang pergi untuk jalan-jalan saja. Namun jika kepergian itu memang untuk kepentingan negara, Rully berharap masyarakat dapat membedakannya.
"Jadi jangan ada pembunuhan karakter," kata Rully. (ken/nrl)
Sumber : DetikNews.com selanjutnya ...
Rully Chairul Azwar, ketua rombongan Panja ke Afsel, pihaknya menemukan alasan mengapa Pramuka di Afsel tidak berkembang. "Jadi ada tiga hal kenapa Pramuka di sana tidak besar," kata Rully kepada detikcom, Selasa (21/9/2010).
Hal pertama yang membuat Pramuka Afsel tidak berkembang adalah karena wadah tersebut tidak dikelola oleh negara. Pendanaan kegiatan itu hanya diperoleh dari bantuan orang-orang atau lembaga-lembaga tertentu.
"Jadi seperti NGO saja, seperti LSM. Dan mereka bukan semacam wadah untuk pembentukan karakter anak muda, kalau yang ingin ikut, ya masuk. Begitu saja. Alasannya karena mereka ingin mempertahankan independensi," cerita Rully.
Hal kedua, pada era tertentu, orang kulit hitam di Afsel tidak boleh bergabung dalam wadah tersebut. Hal ini membuat anggota Pramuka Afsel tidak bertambah dengan cepat. "Tapi sekarang sudah boleh ikut," kata politisi Partai Golkar ini.
Alasan ketiga yang ditemukan Panja Pramuka DPR, karena tidak dikelola oleh negara, kegiatan Pramuka di Afsel tidak masuk di sekolah-sekolah. "Jadi kegiatan Pramuka itu tidak ada di sekolah-sekolah di sana," kata Rully.
Rully mengatakan, Panja Pramuka belajar banyak hal dengan mengunjungi Afsel. Awalnya, semua bertanya-tanya mengapa Pramuka di Afsel tidak besar, padahal dari negara itulah justru inspirasi Pramuka berasal.
"Bapak Pramuka itu dapat insprirasi untuk membentuk Pramuka itu dari Afsel, harusnya kan sekarang Pramukanya berkembang, tapi ternyata tidak. Dan ternyata penyebabnya adalah tiga hal itu," kata Rully.
Rully menegaskan, kepergian Panja Pramuka ke Afrika Selatan sama sekali bukan jalan-jalan. Semua itu dilakukan dalam rangka uji sahih sebelum sebuah undang-undang diluncurkan.
Rully mengakui, studi banding dalam rangka uji sahih itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun hal itu penting dilakukan karena merupakan salah satu proses penting dalam suatu pembentukan undang-undang.
"Itu proses yang tidak bisa dihilangkan, kita tidak bisa menghilangkan satu mekanisme itu," kata Rully.
Menurut Rully, jika biaya untuk proses pembentukan undang-undang memang dirasa sangat berat, ada baiknya ada pembatasan undang-undang per tahunnya. "Kalau memang biayanya besar, ya dibatasi saja per tahun berapa UU, tapi jangan dikurangi mekanismenya," kata Rully.
Rully setuju jika ada kritikan kepada pemerintah maupun DPR yang pergi untuk jalan-jalan saja. Namun jika kepergian itu memang untuk kepentingan negara, Rully berharap masyarakat dapat membedakannya.
"Jadi jangan ada pembunuhan karakter," kata Rully. (ken/nrl)
Sumber : DetikNews.com selanjutnya ...
Kamis, Juni 17, 2010
Menpora akan Buat Gerakan Pramuka Lebih 'Seksi'
Jakarta - Pemerintah berencana merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang saat ini sudah tidak lagi populer. Revitalisasi itu supaya nantinya gerakan Pramuka kembali hidup dan diminati oleh kalangan pelajar atau masyarakat.

"Memang ada persoalan-persoalan di Pramuka yang harus kita benahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih seksi, lebih menarik bagi anak muda," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.
Hal itu dikatakan dia usai mengikuti rapat mengenai 'Revitalisasi gerakan Pramuka untuk pembangunan karakter bangsa' di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2010).
Menurut Andi, saat ini para pemuda lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan outdoor seperti olahraga ekstrem, rafting, outbond dan sebagainya. Padahal itu adalah kegiatan-kegiatan yang sejatinya ada di dalam kepramukaan.
Andi mengatakan, untuk merevitalisasi gerakan Pramuka itu, pemerintah akan melakukan beberapa langkah. Misalnya pemerintah akan mengadakan training bagi para pelatih-pelatih kepramukaan. Nantinya, para pelatih tersebut akan diterjunkan ke tiap gugus depan (gudep), yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.
"Sekarang ini 90 persen dari gudep pramuka itu ada di sekolahan-sekolahan. Nah, ini kita mulai untuk training for trainers, action plan yang jelas supaya pramuka ini betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali, menjadi salah satu pilihan utama bagi orang-orang muda untuk mengaktualisasikan dirinya," mantan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat ini
Selain itu, lanjut Andi, ia akan berusaha membujuk para tokoh-tokoh masyarakat yang dulu bergelut dengan Pramuka kini menjadi orang sukses. Hal ini untuk memperlihatkan kepada kalangan yang potensial mengikuti kegiatan itu supaya lebih bersemangat.
Andi merasa, gerakan Pramuka sangat luar biasa karena mengajarkan nilai-nilai yang bagus bagi anggotanya. Para pejabat yang ikut dalam rapat, antara lain Wapres Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Menteri Keuangan Agus Martowardojo, saling mengenang mengenai kegiatan Pramuka yang pernah diikuti semasa sekolah.
"Misalnya dulu waktu pramuka punya buku saku, lalu kemudian tiap hari di buku saku menulis hal baik apa yang sudah aku lakukan hari ini? Karena harus berbaik kepada setiap manusia. Harus siap membantu orang tua, sesama, dan sebagainya coba liat Dasa Dharma Pramuka, luar biasa kan?" cetus mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.
Namun, ketika ditanya apakah masih hafal Dasa Dharma Pramuka itu, Andi tidak menyebutkan dan hanya tertawa saja. Menurutnya, bukan masalah hafal atau tidak melainkan bagaimana mengimplementasikan janji tersebut dalam kegiatan Pramuka dan kehidupan sehari-hari.
"Ha ha ha. Sudah lama itu Dasa Dharma dan segala macam. Tapi mari kita lihat ini nilai-nilai yang semua harus kita semua harus kita..., bukan untuk menghafal tapi bagaimana mengimplementasikan bersama dalam berbagai macam kegiatan kepramukaan," tutup Andi.
(irw/nwk)
Sumber : www.detiknews.com, Rabu, 16/06/2010 20:34 WIB
selanjutnya ...

"Memang ada persoalan-persoalan di Pramuka yang harus kita benahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih seksi, lebih menarik bagi anak muda," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.
Hal itu dikatakan dia usai mengikuti rapat mengenai 'Revitalisasi gerakan Pramuka untuk pembangunan karakter bangsa' di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2010).
Menurut Andi, saat ini para pemuda lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan outdoor seperti olahraga ekstrem, rafting, outbond dan sebagainya. Padahal itu adalah kegiatan-kegiatan yang sejatinya ada di dalam kepramukaan.
Andi mengatakan, untuk merevitalisasi gerakan Pramuka itu, pemerintah akan melakukan beberapa langkah. Misalnya pemerintah akan mengadakan training bagi para pelatih-pelatih kepramukaan. Nantinya, para pelatih tersebut akan diterjunkan ke tiap gugus depan (gudep), yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.
"Sekarang ini 90 persen dari gudep pramuka itu ada di sekolahan-sekolahan. Nah, ini kita mulai untuk training for trainers, action plan yang jelas supaya pramuka ini betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali, menjadi salah satu pilihan utama bagi orang-orang muda untuk mengaktualisasikan dirinya," mantan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat ini
Selain itu, lanjut Andi, ia akan berusaha membujuk para tokoh-tokoh masyarakat yang dulu bergelut dengan Pramuka kini menjadi orang sukses. Hal ini untuk memperlihatkan kepada kalangan yang potensial mengikuti kegiatan itu supaya lebih bersemangat.
Andi merasa, gerakan Pramuka sangat luar biasa karena mengajarkan nilai-nilai yang bagus bagi anggotanya. Para pejabat yang ikut dalam rapat, antara lain Wapres Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Menteri Keuangan Agus Martowardojo, saling mengenang mengenai kegiatan Pramuka yang pernah diikuti semasa sekolah.
"Misalnya dulu waktu pramuka punya buku saku, lalu kemudian tiap hari di buku saku menulis hal baik apa yang sudah aku lakukan hari ini? Karena harus berbaik kepada setiap manusia. Harus siap membantu orang tua, sesama, dan sebagainya coba liat Dasa Dharma Pramuka, luar biasa kan?" cetus mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.
Namun, ketika ditanya apakah masih hafal Dasa Dharma Pramuka itu, Andi tidak menyebutkan dan hanya tertawa saja. Menurutnya, bukan masalah hafal atau tidak melainkan bagaimana mengimplementasikan janji tersebut dalam kegiatan Pramuka dan kehidupan sehari-hari.
"Ha ha ha. Sudah lama itu Dasa Dharma dan segala macam. Tapi mari kita lihat ini nilai-nilai yang semua harus kita semua harus kita..., bukan untuk menghafal tapi bagaimana mengimplementasikan bersama dalam berbagai macam kegiatan kepramukaan," tutup Andi.
(irw/nwk)
Sumber : www.detiknews.com, Rabu, 16/06/2010 20:34 WIB
selanjutnya ...
Rabu, Juni 09, 2010
Ketua Komite Kepanduan Asia-Pasifik Bakal Jadi Wakil Presiden Filipina
oleh: Berthold Sinaulan
Setelah sebulan berlangsungnya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Filipina, pagi ini (Rabu, 9 Juni 2010), saya menerima kabar dari Abdullah Rasheed, Direktur Regional Biro Kepanduan Asia-Pasifik yang berkantor di Manila, Filipina.
Kabar yang dikirim melalui e-mail ke semua anggota Subkomite Scouting's Profile (istilah di kepanduan untuk menamakan subkomite Kehumasan/Public Relations) Kepanduan Asia-Pasifik, di mana saya menjadi wakil ketuanya untuk masa bakti 2009-2012 adalah sebagai berikut:
"This is just to let you know the good news about the recent Philippine national elections held on 10 May 2010. The official result for the position of the Vice President has just been released and Regional Scout Committee Chairman Hon. Jejomar C. Binay, who contested for the position has been declared the winner. He is therefore going to be the next Vice President of the Republic of the Philippines for which I am sure we are all happy and overwhelmed".
Kalau diterjemahkan kira-kira isinya mengabarkan tentang hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Filipina. Seperti sudah diketahui melalui banyak media massa, Presiden Filipina terpilih adalah Benigno Aquino III, anak dari mantan Presiden Cory Aquino. Sedangkan Wakil Presidennya, seperti dikabarkan melalui email yang saya terima adalah Jejomar Binay, yang saat ini menjadi Ketua Komite Kepanduan Asia-Pasifik. Sehari-harinya, Binay adalah juga Wali Kota Makati City.
Tentu saja, sebagai anggota Gerakan Pramuka yang juga aktif di kepanduan Asia-Pasifik, saya merasa ikut gembira dengan keberhasilan Binay menjadi Wakil Presiden Filipina. Paling tidak, satu bukti lagi bahwa melalui gerakan pendidikan kepanduan yang di Indonesia dikenal dengan nama Gerakan Pramuka, bisa menghasilkan tokoh yang berprestasi. Selamat untuk Mr. Binay. selanjutnya ...
Setelah sebulan berlangsungnya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Filipina, pagi ini (Rabu, 9 Juni 2010), saya menerima kabar dari Abdullah Rasheed, Direktur Regional Biro Kepanduan Asia-Pasifik yang berkantor di Manila, Filipina.
Kabar yang dikirim melalui e-mail ke semua anggota Subkomite Scouting's Profile (istilah di kepanduan untuk menamakan subkomite Kehumasan/Public Relations) Kepanduan Asia-Pasifik, di mana saya menjadi wakil ketuanya untuk masa bakti 2009-2012 adalah sebagai berikut:"This is just to let you know the good news about the recent Philippine national elections held on 10 May 2010. The official result for the position of the Vice President has just been released and Regional Scout Committee Chairman Hon. Jejomar C. Binay, who contested for the position has been declared the winner. He is therefore going to be the next Vice President of the Republic of the Philippines for which I am sure we are all happy and overwhelmed".
Kalau diterjemahkan kira-kira isinya mengabarkan tentang hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Filipina. Seperti sudah diketahui melalui banyak media massa, Presiden Filipina terpilih adalah Benigno Aquino III, anak dari mantan Presiden Cory Aquino. Sedangkan Wakil Presidennya, seperti dikabarkan melalui email yang saya terima adalah Jejomar Binay, yang saat ini menjadi Ketua Komite Kepanduan Asia-Pasifik. Sehari-harinya, Binay adalah juga Wali Kota Makati City.
Tentu saja, sebagai anggota Gerakan Pramuka yang juga aktif di kepanduan Asia-Pasifik, saya merasa ikut gembira dengan keberhasilan Binay menjadi Wakil Presiden Filipina. Paling tidak, satu bukti lagi bahwa melalui gerakan pendidikan kepanduan yang di Indonesia dikenal dengan nama Gerakan Pramuka, bisa menghasilkan tokoh yang berprestasi. Selamat untuk Mr. Binay. selanjutnya ...
Sabtu, Mei 29, 2010
Lomba Pembuatan Logo, Lagu dan Maskot “50 Tahun Gerakan Pramuka dan 100 Tahun Kepanduan di Indonesia”
Pendahuluan
Gerakan Pramuka, sebagai organisasi pendidikan kepanduan di Indonesia, akan memperingati ulang tahunnya ke-50 pada 2011. Walaupun demikian, gerakan pendidikan kepanduan telah lama ada di bumi Indonesia, yaitu sejak 1912. Berarti pada 2012 akan diperingati 100 Tahun gerakan kepanduan di Indonesia.
Memperingati Hari Pramuka 14 Agustus 2011 yang sekaligus merupakan HUT ke-50 Gerakan Pramuka dan 100 tahun gerakan kepanduan di Indonesia pada 2012 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bermaksud menyelenggarakan lomba membuat Logo, lagu (Mars) dan Maskot.
Tema kegiatan adalah “Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia”
Ketentuan umun Lomba pembuatan Logo, Lagu dan Maskot HUT Pramuka ke-50 Tahun 2011 dan 100 tahun gerakan kepanduan di Indonesia pada 2012 adalah sebagai berikut:
1. Terbuka untuk umum, warganegara Indonesia.
2. Setiap peserta harus melengkapi dengan keterangan tertulis berisi nama lengkap, alamat lengkap, nomor telepon, dan alamat e-mail (kalau ada)
3. Setiap peserta harus melampirkan fotokopi tanda pengenal (KTP/Kartu Pelajar/SIM/Paspor).
4. Semua karya harus selaras dengan tema.
5. Semua karya harus merupakan karya asli, bukan menjiplak/mencontoh dari karya lainnya, dan tidak sedang/pernah diikutsertakan dalam lomba lainnya.
6. Semua karya yang masuk menjadi milik panitia.
7. Panitia berhak mengadakan penyesuaian seperlunya terhadap karya-karya yang masuk.
8. Panitia berhak menggunakan karya-karya pemenang untuk kepentingan Gerakan Pramuka.
9. Keputusan panitia adalah mutlak dan tak dapat diganggu-gugat.
10. Karya Logo, Lagu dan Maskot dikirim ke Kwartir Nasional Gerakan Pramuka u.p. Panitia Lomba, dengan alamat Jalan Medan Merdeka Timur 6, Jakarta 10110 dan paling lambat diterima panitia tanggal 30 Juli 2010.
11. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2010.
Persyaratan Khusus:
A. Lomba Membuat Logo:
1. Logo harus sejalan dengan tema.
2. Logo dibuat di atas kertas ukuran minimal A4 dan maksimal A3.
3. Cara dan teknik pembuatan logo bebas, boleh menggunakan tangan atau pun computer
4. Logo dibuat secara 2 (dua) dimensi, dan harus mencantumkan lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
5. Logo harus mencantumkan pula lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
6. Logo dilengkapi penjelasan rinci meliputi makna/filosofi logo, karakter serta masing-masing arti warna yang digunakan.
7. Logo yang dikirim dalam bentuk hard copy harus secara mendatar dimasukkan ke dalam amplop, dan tidak boleh dilipat. Usahakan melapisi kertas desain logo dengan karton tebal, agar tidak tertekuk atau terlipat saat pengiriman. Logo yang dikirim dalam bentuk soft copy dalam format tiff atau cdr minimal 2.5 MB
B. Lomba Cipta Lagu Mars Gerakan Pramuka
1. Lagu berirama mars, penuh semangat.
2. Syair lagu menggunakan Bahasa Indonesia dengan kata-kata yang mudah diingat
3. Lagu ditulis dalam Notasi balok dan angka
4. Syair lagu mencerminkan visi dan misi Gerakan Pramuka
5. Durasi lagu antara 5-10 menit
6. Lagu dinyanyikan dan direkam dalam CD dengan diiringi musik.
7. Karya peserta dikirimkan dalam bentuk notasi dan rekaman CD.
C. Lomba Pembuatan Maskot
1. Maskot harus sejalan dengan tema.
2. Maskot dibuat di atas kertas ukuran minimal A4 dan maksimal A3.
3. Cara dan teknik pembuatan Maskot bebas, boleh menggunakan tangan atau pun komputer.
4. Maskot dibuat secara 2 (dua) dimensi, dan harus mencantumkan lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
5. Maskot dilengkapi penjelasan rinci meliputi makna/filosofi Maskot, karakter serta masing-masing arti warna yang digunakan.
6. Maskot dikirim secara mendatar dimasukkan ke dalam amplop, dan tidak boleh dilipat. Usahakan melapisi kertas desain Maskot dengan karton tebal, agar tidak tertekuk atau terlipat saat pengiriman.
Untuk para pemenang, panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan:
A. Juara lomba membuat Logo sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)
B. Juara lomba cipta lagu mars Gerakan Pramuka sebesar Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah)
C. Juara lomba membuat Maskot sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)
Panitia pelaksana selanjutnya ...
Gerakan Pramuka, sebagai organisasi pendidikan kepanduan di Indonesia, akan memperingati ulang tahunnya ke-50 pada 2011. Walaupun demikian, gerakan pendidikan kepanduan telah lama ada di bumi Indonesia, yaitu sejak 1912. Berarti pada 2012 akan diperingati 100 Tahun gerakan kepanduan di Indonesia.
Memperingati Hari Pramuka 14 Agustus 2011 yang sekaligus merupakan HUT ke-50 Gerakan Pramuka dan 100 tahun gerakan kepanduan di Indonesia pada 2012 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bermaksud menyelenggarakan lomba membuat Logo, lagu (Mars) dan Maskot.
Tema kegiatan adalah “Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia”
Ketentuan umun Lomba pembuatan Logo, Lagu dan Maskot HUT Pramuka ke-50 Tahun 2011 dan 100 tahun gerakan kepanduan di Indonesia pada 2012 adalah sebagai berikut:
1. Terbuka untuk umum, warganegara Indonesia.
2. Setiap peserta harus melengkapi dengan keterangan tertulis berisi nama lengkap, alamat lengkap, nomor telepon, dan alamat e-mail (kalau ada)
3. Setiap peserta harus melampirkan fotokopi tanda pengenal (KTP/Kartu Pelajar/SIM/Paspor).
4. Semua karya harus selaras dengan tema.
5. Semua karya harus merupakan karya asli, bukan menjiplak/mencontoh dari karya lainnya, dan tidak sedang/pernah diikutsertakan dalam lomba lainnya.
6. Semua karya yang masuk menjadi milik panitia.
7. Panitia berhak mengadakan penyesuaian seperlunya terhadap karya-karya yang masuk.
8. Panitia berhak menggunakan karya-karya pemenang untuk kepentingan Gerakan Pramuka.
9. Keputusan panitia adalah mutlak dan tak dapat diganggu-gugat.
10. Karya Logo, Lagu dan Maskot dikirim ke Kwartir Nasional Gerakan Pramuka u.p. Panitia Lomba, dengan alamat Jalan Medan Merdeka Timur 6, Jakarta 10110 dan paling lambat diterima panitia tanggal 30 Juli 2010.
11. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2010.
Persyaratan Khusus:
A. Lomba Membuat Logo:
1. Logo harus sejalan dengan tema.
2. Logo dibuat di atas kertas ukuran minimal A4 dan maksimal A3.
3. Cara dan teknik pembuatan logo bebas, boleh menggunakan tangan atau pun computer
4. Logo dibuat secara 2 (dua) dimensi, dan harus mencantumkan lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
5. Logo harus mencantumkan pula lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
6. Logo dilengkapi penjelasan rinci meliputi makna/filosofi logo, karakter serta masing-masing arti warna yang digunakan.
7. Logo yang dikirim dalam bentuk hard copy harus secara mendatar dimasukkan ke dalam amplop, dan tidak boleh dilipat. Usahakan melapisi kertas desain logo dengan karton tebal, agar tidak tertekuk atau terlipat saat pengiriman. Logo yang dikirim dalam bentuk soft copy dalam format tiff atau cdr minimal 2.5 MB
B. Lomba Cipta Lagu Mars Gerakan Pramuka
1. Lagu berirama mars, penuh semangat.
2. Syair lagu menggunakan Bahasa Indonesia dengan kata-kata yang mudah diingat
3. Lagu ditulis dalam Notasi balok dan angka
4. Syair lagu mencerminkan visi dan misi Gerakan Pramuka
5. Durasi lagu antara 5-10 menit
6. Lagu dinyanyikan dan direkam dalam CD dengan diiringi musik.
7. Karya peserta dikirimkan dalam bentuk notasi dan rekaman CD.
C. Lomba Pembuatan Maskot
1. Maskot harus sejalan dengan tema.
2. Maskot dibuat di atas kertas ukuran minimal A4 dan maksimal A3.
3. Cara dan teknik pembuatan Maskot bebas, boleh menggunakan tangan atau pun komputer.
4. Maskot dibuat secara 2 (dua) dimensi, dan harus mencantumkan lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
5. Maskot dilengkapi penjelasan rinci meliputi makna/filosofi Maskot, karakter serta masing-masing arti warna yang digunakan.
6. Maskot dikirim secara mendatar dimasukkan ke dalam amplop, dan tidak boleh dilipat. Usahakan melapisi kertas desain Maskot dengan karton tebal, agar tidak tertekuk atau terlipat saat pengiriman.
Untuk para pemenang, panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan:
A. Juara lomba membuat Logo sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)
B. Juara lomba cipta lagu mars Gerakan Pramuka sebesar Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah)
C. Juara lomba membuat Maskot sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)
Panitia pelaksana selanjutnya ...
Senin, Mei 03, 2010
Pramuka Jangan Dipolitisasi
.jpg)
Semarang (1/5) Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Bibit Waluyo mengatakan Pramuka itu bukan untuk dipolitisasi, tidak boleh Pramuka itu dipolitisasi. “Pramuka dianggap bersih, murni jangan dicampuri dengan mempolitisasinya karena politisasi terkesan hanya untuk kepentingan kelompok atau perorangan.
Oleh karena itu tandasnya, ia sangat setuju ungkapan Menpora, Andi Alfian Mallarangeng "tidak boleh ada organisasi yang menyerupai Pramuka di bumi nusantara ini dan satu Pramuka untuk satu Indonesia" Pernyataan tersebut disampaikan Bibit Waluyo ketika menghadiri Pertemuan Pramuka Siaga Sehari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Pramuka Puskepram Candrabirawa, Karanggeneng, Semarang Jawa Tengah.
Menurut mantan Pangkostrad ini, Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukkan karakter generasi muda oleh karenya bagi kita dan semua pemimpin di tanah air harus dan berkewajiban untuk mengelola wadah yang universal ini dengan baik karena Gerakan Pramuka sebagai asset Negara di dalam membentuk karakter manusia. “Kalau pintar, mempunyai karakter yang baik dan berbudi pekerti yang luhur, ia akan menjadi pemimpin yang sempurna”. Disinilah kelebihan Pramuka itu, kita semua mencoba untuk mengisi generasi muda dengan kepribadian yang luhur dalam rangka mempersiapkan kader pemimpin yang handal, pintar, bermoral, sehat, dan mempunyai agama yang kuat, tandasnya.
Satu hal yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian semua pihak tegas Gubernur adalah “Pembentukan watak ini menjadi pondasi bagi segala-galanya. Kalau wataknya sudah bagus tentu dia akan menjadi pemimpin yang dapat dihandalkan. Pintar saja tidaklah cukup karena kalau wataknya tidak baik tentu tidak akan bermanfaat. Oleh karena itu lebih baik agak pintar sedikit tapi mempunyai watak yang bagus.
Pertemuan Pramuka Siaga Sehari (PERSARI) tahun 2010 ini berlangsung 1-2 Mei 2010 dengan utusan peserta dari Koordinator wilayah (Korwil) Banyumas, Kedu, Surakarta, Pati, Semarang, dan Pekalongan. Mereka (Pramuka Golongan Siaga usia 7-10 tahun-red) ini merupakan Barung Berprestasi, juara 1 dan 2 putera dan puteri pada Pesta Siaga Tingkat Korwil. Seluruh peserta yang hadir pada PERSARI ini adalah berjumlah 281 orang. Menurut Ketua Panitia PERSARI, Bagasto materi kegiatan yang disampaikan kepada peserta adalah lomba pentas seni, parade puisi, guritan, melukis, cerita rakyat, dan lomba permainan besar.
Sedangkan materi kegiatan rekreatif, pendidikan dan budaya adalah wisata budaya meliputi wisata bahari di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Pengenalan Satuan Karya Dirgantara di Skuadron 31 Serbu Lanumad Ahmad Yani Semarang, dan kunjungan tempat bersejarah (Shampho Khong)
Semarang, 3 Mei 2010
Informasi
lebih lanjut: Saiko Damai, Hp. 0813-10769003 selanjutnya ...
Langganan:
Postingan (Atom)