“Dirgahayu Pramuka Indonesia ke-52 mari kita "Wujudkan Bangsa yang berkarakter dan Bermartabat Melalui Gerakan Pramuka”
javascript:void(0)

Selasa, Agustus 12, 2008

Sambutan KaKwarnas pada HUT Pramuka ke-47


KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
SAMBUTAN
KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
PADA
PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 47
14 AGUSTUS 2008

Yang terhormat,
Para Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Para Pimpinan Kwarda dan Kwarcab Gerakan Pramuka,
Para Pelatih, Pembina, Pamong dan Instruktur Gerakan Pramuka,
Adik-adikku Pramuka yang saya banggakan,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,

Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kita semua berada dalam keadaan sehat walafiat sehingga dapat memperingati Hari Pramuka ke 47, yang diselenggarakan pada hari ini.

Perkenankanlah saya selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, pada kesempatan yang berbahagia ini, menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka ke 47 kepada segenap keluarga besar Gerakan Pramuka di tanah air. Semoga peringatan Hari Pramuka ke 47 ini, dapat lebih membulatkan tekad kita untuk lebih memacu perkembangan Gerakan Pramuka di Indonesia.

Kakak-kakak sekalian yang berbahagia,
Sejak dicanangkannya Revitalisasi Gerakan Pramuka sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2006 lalu, tampak banyak kemajuan telah diperoleh. Pada saat ini pelbagai pihak kembali menyadari pentingnya peranan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan kaum muda di tanah air.

Ditengah ditemukannya banyak masalah sosial dikalangan kaum muda pada saat ini, seperti kenakalan remaja, penggunaan obat terlarang, hubungan seksual diluar nikah serta perkelahian remaja, diakui bahwa peranan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentuk perilaku sosial kaum muda yang positif, sungguh sangat menentukan.

Dengan aktif mengikuti kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan secara menarik, menantang, edukatif dan rekreatif, kaum muda Indonesia bukan saja dapat terhindar dari pelbagai masalah sosial, tetapi yang terpenting lagi dapat berperan aktif dalam turut mencegah tersebar luasnya pelbagai masalah sosial kaum muda tersebut.

Lebih lanjut, ditengah ditemukannya banyak masalah kebangsaan dikalangan kaum muda pada saat ini, seperti, menurunnya semangat kebangsaan, longgarnya ikatan persatuan dan kesatuan Indonesia, serta minimnya tekad bela negara, diakui peranan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentuk kader bangsa yang tangguh, sungguh sangat menentukan.

Melalui kegiatan kepramukaan yang inti pokoknya menanamkan nilai-nilai kewajiban terhadap Tuhan, terhadap negara, terhadap sesama serta terhadap diri sendiri, seperti yang tercantum dalam Trisatya dan Dasa Darma, akan dapat dibentuk kaum muda dengan watak, kepribadian dan pekerti yang andal sebagai kader penerus bangsa pada masa depan.

Kakak-kakak sekalian yang berbahagia,
Pelbagai penelitian memang telah membuktikan bahwa peranan Gerakan Pramuka dalam membina kaum muda sangat signifikan. Dalam kaitannya dengan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan Indonesia, serta bela negara, telah tercatat dengan tinta emas dalam sejarah kelahiran bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Pertama, dimulai dengan lahirnya semangat kebangsaan yang ditandai oleh berdirinya Budi Oetomo pada tahun 1908. Kedua, diikuti oleh munculnya persatuan dan kesatuan Indonesia, yang ditandai oleh lahirnya sumpah pemuda pada tahun 1928. Ketiga, tekad bela negara yang ditandai oleh kesediaan berkorban untuk mempertahankan proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan pada tahun 1945.

Ketiga tonggak sejarah kelahiran bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia ini berhasil dicapai dengan hasil yang sangat memuaskan, semuanya berkat besarnya dukungan dari seluruh potensi masyarakat, termasuk dukungan dari kaum muda, utamanya yang terlibat aktif dalam kegiatan kepanduan/ kepramukaan.

Sesungguhnyalah, melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan kepanduan/kepramukaan, akan dapat dibentuk kaum muda yang tidak hanya memiliki semangat kebangsaan yang tinggi, dan/atau ikatan kesatuan dan persatuan Indonesia yang kuat, tetapi juga tekad bela negara yang mantap.

Kakak-kakak sekalian yang berbahagia,
Dalam kaitan dengan semangat kebangsaan tersebut, sungguh sangat tepat tema peringatan Hari Pramuka ke 47 yang ditetapkan kali ini yakni “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Kita Pacu Perkembangan Gerakan Pramuka”.

Pada saat ini, kita sedang memperingati 100 tahun kebangkitan nasional. Pada saat ini pula, kita juga sedang memacu perkembangan Gerakan Pramuka melalui Revitalisasi Gerakan Pramuka. Marilah kita, dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke 47 ini, di satu pihak dengan memanfaatkan semangat kebangkitan nasional yang sebesar-besarnya, memacu perkembangan Gerakan Pramuka. Di pihak lain marilah kita sukseskan pula Revitalisasi Gerakan Pramuka, sehingga dapat dihasilkan kaum muda yang tinggi semangat kebangsaannya, kokoh ikatan persatuan dan kesatuan Indonesianya, serta tidak tergoyahkan tekad bela negaranya, yang secara jujur harus diakui ketiganya pada akhir­akhir ini dirasakan tampak semakin berkurang.

Kakak-kakak sekalian yang berbahagia,
Bapak Presiden pada waktu mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka telah menetapkan 7 (tujuh) sasaran pokok yang ingin dicapai, yang disingkat PRAMUKA. Ke tujuh sasaran pokok tersebut adalah:

1. P erkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa
2. R aih keberhasilan melalui kerja keras secara cerdas dan ikhlas
3. A jak kaum muda meningkatkan semangat bela negara
4. M antapkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan
5. U tamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya
6. K okohkan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia
7. A malkan Satya dan Darma Pramuka

Tentu mudah dipahami, ke tujuh sasaran pokok ini tidak mungkin dapat dicapai, kecuali dapat dirancang serta dilaksanakan pelbagai upaya yang bersifat khusus. Dari pengalaman menyelenggarakan program Revitalisasi Gerakan Pramuka sampai saat ini, pelbagai upaya tersebut dapat dibedakan atas 7 (tujuh) macam, yang disingkat GERAKAN. Ke tujuh upaya tersebut adalah:
1. G alang dan perkuat organisasi, manajemen dan kepemimpinan kwartir
2. E rat dan rapatkan barisan anggota Pramuka
3. R ancang dan bangun Gugusdepan lengkap berbasis sekolah dan wilayah
4. A ktif dan mantapkan prinsip dasar, dan metode kepramukaan
5. K edepankan program peserta didik yang meningkatkan semangat bela negara, patriot pembangunan, dan perekat bangsa
6. A ktualisasi dan kokohkan kemitraan untuk mendukung sumberdaya dari semua komponen Bangsa
7. N iat dan amalkan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Marilah kita bersama bertekad menyelenggarakan dengan sebaik­baiknya semua upaya GERAKAN untuk mencapai semua sasaran PRAMUKA, sehingga tujuan dilaksanakannya Revitalisasi Gerakan Pramuka, yakni mantapnya organisasi serta terlaksananya fungsi Gerakan Pramuka dapat tercapai dengan sangat memuaskan.

Kakak-kakak sekalian yang berbahagia,
Tentu adalah harapan bersama, dengan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang sedang kita laksanakan tersebut, dampak utamanya lebih dirasakan pada Gugusdepan, sebagai ujung tombak organisasi dan pelaksanaan fungsi Gerakan Pramuka di Indonesia.

Untuk itu, disamping kita harus selalu berupaya memantapkan organisasi dan pelaksanaan fungsi Gugusdepan berbasis sekolah, sebagaimana yang utamanya ditemukan pada saat ini, sudah waktunya pula kita memantapkan organisasi dan pelaksanaan fungsi Gugusdepan berbasis wilayah.

Adalah amat diharapkan di setiap Rukun Warga (kota) dan/atau desa (pedesaan) dapat didirikan setidak-tidaknya satu Gugusdepan berbasis wilayah. Dalam upaya mendirikan Gugusdepan berbasis wilayah tersebut prinsip kerja yang dipakai adalah dari, oleh dan untuk masyarakat.

Diharapkan masyarakat RW atau Desa secara bersama-sama dapat membahas perencanaan berdirinya Gugusdepan berbasis wilayah melalui rembug desa, memilih kader masyarakat sebagai pembina, bekerjasama dengan Lemdikacab melaksanakan pelatihan pembina, memobilisasi dana masyarakat sebagai sumber dana, serta mendirikan organisasi dan melaksanakan fungsi Gugusdepan berbasis wilayah.

Sesungguhnyalah, dari pengalaman menyelenggarakan beberapa pilot projek, tampak Gugusdepan berbasis wilayah memiliki beberapa kelebihan:
1. Dapat mengatasi kekurangan Gugusdepan berbasis sekolah, karena penyelenggaraan pendidikan dapat dilakukan di alam terbuka, keanggotaan tidak bersifat eksklusif, serta sepenuhnya bersifat sukarela
2. Manfaat yang diperoleh tidak hanya bagi kaum muda yang tergabung dalam Gugusdepan berbasis wilayah, tetapi juga bagi masyarakat sekitarnya, yakni melalui pelaksanaan pelbagai program Pramuka peduli.
3. Apabila berhasil memobilisasi dana masyarakat (iuran masyarakat) dapat mengatasi masalah pembiayaan
4. Dapat melahirkan para pramuka profesional, yakni para pembina yang bertanggungjawab mengelola Gugusdepan berbasis wilayah, yang didanai oleh dan dari masyarakat.

Seyogyanyalah pelbagai kelebihan tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan peserta didik. Karena itu, bersamaan dengan peringatan Hari Pramuka ke 47 ini, mari kita membulatkan tekad untuk mulai mendirikan dan mengembangkan Gugusdepan berbasis wilayah ditempat masing-masing.

Kakak-kakak sekalian yang berbahagia,
Tujuan Gerakan Pramuka, sebagai gerakan pendidikan non formal, dibedakan atas dua macam. Pertama, membentuk watak, kepribadian dan pekerti kaum muda yang tangguh sebagai kader bangsa pada masa depan. Untuk itu diperkenalkanlah sejumlah nilai-nilai, seperti yang tercantum dalam Trisatya dan Dasa Darma.

Kedua, meningkatkan kecakapan hidup kaum muda untuk bekal hidup masa depan. Untuk itu dilatihkanlah sejumlah keterampilan, sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Adalah harapan bersama, kiranya kedua tujuan ini dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.

Untuk membantu cepat tercapainya tujuan yang pertama, pada saat ini telah selesai disusun Modul Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Dasa Darma (P3D2). Sasaran yang ingin dicapai tidak hanya sekedar mampu menghafal sepuluh darma yang tercantum dalam Dasa Darma, tetapi yang terpenting semua peserta didik mampu menghayatinya untuk kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan untuk mencapai tujuan yang kedua, pada saat ini secara bertahap, telah berhasil disusun beberapa modul kecakapan hidup. Diharapkan dengan tersedianya modul tersebut, upaya peningkatan kecakapan hidup peserta didik dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sasaran yang ingin dicapai adalah mempersiapkan kaum muda Indonesia dapat hidup dan menciptakan lapangan kerja secara mandiri, jadi tidak lagi tergantung pada lapangan kerja yang harus disediakan Pemerintah.

Melalui peringatan Hari Pramuka ke 47 ini, marilah kita bersama, juga membulatkan tekad. Pertama, untuk secara bersungguh­sungguh menyelenggarakan pendidikan nilai dalam rangka pembentukan watak, kepribadian dan pekerti kaum muda. kedua untuk secara bersunggugh-sungguh pula menyelenggarakan pendidikan kecakapan hidup bagi kaum muda Indonesia.

Adik-adikku anggota Gerakan Pramuka yang saya banggakan,
Sangatlah tepat kalian memilih Gerakan Pramuka sebagai wadah menyalurkan dan mengembangkan bakat dan minat berorganisasi, karena sesungguhnyalah mengikuti pendidikan formal di sekolah saja, tidak akan cukup. Karena itulah, tidak henti-hentinya saya mengajak kaum muda Indonesia untuk segera bergabung serta aktif menjadi anggota Gerakan Pramuka.

Kakak-kakak dan Adik-adik sekalian yang berbahagia,
Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu Gerakan Pramuka. Ucapan terima kasih ini terutama saya sampaikan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Menko Kesra, Bapak Mendiknas, Bapak Menpora dan para Menteri terkait lainnya yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan bagi terselanggaranya upaya Revitalisasi Gerakan Pramuka di Indonesia.

Ucapan terima kasih yang sama, saya sampaikan pula kepada para Gubernur dan para Bupati/Walikota selaku Ketua Mabida dan Ketua Mabicab yang telah memberikan komitmen dan dukungan yang besar bagi pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka di wilayah masing-masing.

Karena tahun ini merupakan tahun terakhir periode kepengurusan saya, maka pada kesempatan yang baik ini, pada tempatnya pula, jika saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar­besarnya kepada semua pihak, jika dalam menetapkan serta melaksanakan kebijakan organisasi selama 5 tahun ini, ditemukan banyak kekurangan.

Masih panjang perjalanan untuk mewujudkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama kaum muda dan menjadi solusi handal permasalahan kaum muda di Indonesia. Namun saya yakin, dengan bantuan dan kerjasama yang baik dari seluruh jajaran organisasi dan anggota Gerakan Pramuka, pengurus Gerakan Pramuka periode yang akan datang, insya Allah akan dapat mencapainya.

Akhirnya semoga upaya yang kita lakukan senantiasa mendapatkan ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jayalah Pramuka, dan Jayalah Indonesia ku.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Pramuka,

Jakarta, 14 Agustus 2008
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua,

Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH

Tidak ada komentar: