“Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat”
javascript:void(0)
Tampilkan postingan dengan label kwarnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kwarnas. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 09, 2011

Jambore Nasional IX Tahun 2011

Logo Jamnas IX 2011


Jambore Pramuka Penggalang adalah kegiatan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Jambore Nasional diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka setiap 5 (lima) tahun sekali dan merupakan tugas Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai amanat Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka upaya pencapaian tujuan Gerakan Pramuka.

Jambore Nasional I dilaksanakan di Situ Baru, Jakarta tahun 1973, Jambore Nasional II dilaksanakan di Sibolangit, Sumatera Utara tahun 1977, Jambore Nasional III (1981), IV (1986), V (1991), dan VI (1996) dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, Jambore Nasional VII dilaksanakan di Baturaden, Jawa Tengah tahun 2001, Jambore Nasional VIII dilaksanakan di Jatinangor, Jawa Barat, dan Jambore Nasonal IX akan dilaksanakan di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan tahun 2011.

Maskot Jamnas IX 2011


Jambore Nasional 2011 diselenggarakan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika serta berupaya mewujudkan manusia Indonesia yang memiliki kualitas keimanan dan ketaqwaan, kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berjiwa Pancasila.
Hal-hal yang terkait dengan kegiatan ini akan ditampilkan tautnya pada halaman ini, meliputi antara lain Petunjuk Pelaksanaan dan Berita-berita seputar Jambore.

Petunjuk Pelaksanaan

Petunjuk Pelaksanaan Jambore Nasional IX, silakan unduh dengan klik disini.
Petunjuk Teknis Jambore Nasional IX, silakan unduh dengan klik disini.

Berita-berita Jambore Nasional

Berita mengenai Jambore Nasional dapat diikuti dengan klik disini.
selanjutnya ...

Selasa, November 30, 2010

Presiden Akan Buka Perkemahan Wirakarya

TEMPO Interaktif, Banda Aceh -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan membuka Perkemahan Wirakarya (Bakti Pramuka) di Bumi Perkemahan Seulawah Scout Camp, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa (30/11).

Presiden yang didampingi Ibu negara Ani Yudhoyono akan bertolak dari hotel Hermes Palace pukul 07.00 WIB dan tiba sekitar pukul 08.40 WIB.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan Perkemahan Wirakarya (PW) yang dilaksanakan ini khusus golongan penegak (usia 16-20 tahun) dan pandega (21-25). Acara ini akan dihadiri sekitar 5 ribu peserta yang melibatkan kwartir daerah dan juga ada perwakilan dari luar negeri. "Mereka datang ke PW untuk bersama-sama melakukan kebaktian tindakan kekaryaan membangun di desa karena mereka lebih dewasa," kata Andi.

Dia mengungkapkan, dalam PW kali ini akan lebih dititikberatkan pada upaya revitalisasi Pramuka di kalangan muda. Dia menilai animo anak muda semakin hari semakin merosot. "Kita ingin melakukan revitalisasi di gugus depan baik berbasis sekolah maupun komunitas, juga dengan disahkan Undang-Undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010," katanya.

Aceh dipilih sebagai lokasi PW Nasional 2010 karena prestasi Pramuka didaerah itu cukup bagus. Dia mencontohkan dalam acara Pramuka di Filipina, Aceh mendapat 3 penghargaan dari 4 penghargaan yang diraih kontingen Indonesia. "Juga pemerintah daerah yang mendukung sehingga perkembangan Pramuka di sini cukup bagus," ujarnya.

Usai acara pembukaan, Presiden beserta rombongan akan meninggalkan lokasi dan bertolak ke Jakarta pukul 12.15 WIB dan dijadwalkan tiba di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma pukul 15.15 WIB.

EKO ARI WIBOWO selanjutnya ...

Kamis, Oktober 21, 2010

RUU Gerakan Pramuka Disetujui Jadi Undang-Undang


Rabu, 20 Oktober 2010, 22:32 WIB

Jakarta: Rapat kerja antara pemerintah dengan DPR-RI yang membahas Rancangan Undang-Undang Gerakan Pramuka di Ruang Rapat Komisi X Gedung DPR hari Rabu (20/10) malam berakhir dengan memuaskan kedua belah pihak. Pemerintah yang diwakili Menpora Andi Mallarangeng, Mendiknas M. Nuh dan Menkumham Patrialis Akbar serta DPR-RI yang diwakili Komisi X, akhirnya menyetujui dan menerima RUU Gerakan Pramuka untuk disahkan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna DPR-RI mendatang.

Rapat Kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi X, Prof Mahyudin berjalan lancar. Beberapa fraksi menyampaikan pandanganya yang isinya hampir sama, yaitu seluruh pasal yang ada di RUU Gerakan Pramuka tidak ada masalah untuk segera disahkan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna. "Semua fraksi sesuai rapat panja sebelumnya sepakat menyatakan RUU Gerakan Pramuka sudah tidak ada masalah dan segera disahkan menjadi Undang-Undang," kata Mahyudin.

Setelah pimpinan rapat dan semua fraksi setuju dan memiliki pandangan yang sama, maka masing-masing partai segera menyerahkan hasil pandangan tersebut kepada Menpora yang didampingi Mendiknas M. Nuh dan Menkumham Patrialis Akbar. Sebelum rapat kerja ditutup, perwakilan pemerintah secara resmi menandatangani hasil kesepakatan tersusunnya UU tersebut.

"Terima kasih banyak kepada seluruh anggota komisi X DPR RI yang sudah bekerja keras untuk membahas RUU Gerakan Pramuka. Dan saya bersyukur RUU Gerakan Pramuka ini tidak menemui masalah untuk segera disahkan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna. Semoga semangat Pramuka ke depan bisa bangkit untuk membentuk karakter bangsa," kata Menpora. Dari Kemenpora juga ikut hadir, Sekertaris Kemenpora Wafid Muharam, Deputi II Zubakhrum Tjenreng, Deputi V Lalu Wildan, Staf Ahli Kemenpora Amran Razak dan Adiati Noerdin. (amr)

Sumber : www.kemenpora.go.id
selanjutnya ...

Rabu, September 29, 2010

Wiuh, Pramuka Bakal Lebih Informal dan "Modis"

Selasa, 28 September 2010, 14:51 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Panitia Kerja RUU Kepramukaan, Hakam Nadja, mengatakan, banyak kegiatan dalam Gerakan Pramuka yang baik sehingga bisa menjadi alat pembentukan karakter bangsa. "Ke depan, Gerakan Pramuka bisa menjadi alat untuk pembentukan karakter bangsa," kata Ketua Panja RUU Kepramukaan, Hakam Nadja, pada diskusi di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, dalam diskusi bertema "Gerakan Pramuka Mau Kemana?"



Namun, tambah Hakam, ada beberapa persoalan yang harus dikritisi yakni jangan sampai melanggar pasal 28 UUD soal kebebasan berserikat dan berkumpul. "Kemudian soal anggaran Pramuka dari APBN dan APBD," kata Hakam.

Persoalan lainnya, tambahnya, adalah pentingnya didorong peran serta masyarakat. "Ke depan Gerakan Pramuka tak harus formal, harus direvitalisasi dan modifikasi tampilannya. Misalnya pakaiannya yang modis dan sebagainya," kata Hakam.

Sementara anggota komisi X DPR Hery Akhmadi menjelaskan bahwa yang penting dalam gerakan Pramuka selain pengaturan atau UU tetapi juga adanya pengakuan baik dari pemerintah. Gerakan Pramuka ditetapkan berdasarkan Keppres 238 tahun 1961 yang diresmikan pada 14 agustus 1961.

Sebelumnya, Komisi X melakukan studi banding ke Afrika Selatan, Jepang dan Korea Selatan terkait dengan RUU Kepramukaan itu. Menurut Hakam Nadja, berbagai kegiatan dalam kepramukaan sangat baik dan positif jika dikembangkan untuk pembentukan karakter bangsa. "Ini harus dimulai sejak dini dengan targetnya untuk usia 7-10 tahun," kata Hakam.

Sampai saat ini tercatat jumlah anggotanya sebanyak 17 juta, dengan pembina sekitar dua juta orang. Jumlah gugus depan sekitar 270 ribu yang tersebar di 33 propinsi serta 464 kwartir Cabang dari 497 kabupaten/kota.
selanjutnya ...

Pramuka Harus Bersih Dari Pengaruh Parpol

NASIONAL - SOSIAL
Selasa, 28 September 2010 , 19:19:00
oleh : Saiko Damai - dikutip dari milist Pramuka

JAKARTA - Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Kepramukaan, Hakam Naja, menyatakan
bahwa Pramuka sudah perlu direvitalisasi. Pasalnya, di masa lalu keberadaan
Pramuka justru menjadi kepanjangan salah satu partai politik penguasa.

Dalam diskusi tentang RUU Pramuka di pressroom DPR, Selasa (28/9), Hakam Naja
menyatakan, UU Kepramukaan dirasa sudah sangat diperlukan untuk merevitalisasi
Pramuka. "Gerakan Pramuka itu diikuti oleh anak-anak usia 7 hingga 25 tahun di
bawah bimbingan orang dewasa. Kalau legalitasnya tidak didasari oleh
undang-undang, maka gerakan Pramuka dengan mudah bisa dikooptasi oleh aktifitas
politik praktis dan ini pernah terjadi pada masa Orde Baru," tegas Hakam Naja.

Hadir pula dalam diskusi itu Ketua Kwatir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka,
Azrul Azwar, Wakil Ketua Komisi X DPR Heri Akhmadi dan anggota Panja dari Fraksi
PKB, Hanif Dakhiri.

Hakam menyebutkan, saat ini nterdapat 46 daftar inventaris masalah (DIM) yang
terbagi dalam tiga tema yakni soal Prmauka sebagai organisasi tertinggi
kepanduan di Indonesia, anggaran, dan peran serta masyarakat dalam gerakan
Pramuka. "Terhadap oragnisasi tertinggi wadah Pramuka yang saat ini dipangku
oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, DPR tengah berupaya untuk melakukan uji
publik terhadap berbagai gerakan aktif pramuka seperti Pramuka Sekolah Islam
Terpadu, Pramuka Sekolah Katholik, Pramuka Pondok Pesantren," ujarnya.

Soal anggaran, kata Hakam, sama halnya dengan gerakan Pramuka di banyak negara
maka APBN tidak harus menyediakan anggaran secara khusus untuk Pramuka. "APBN
hanya akan berperan sebagai pendorong kegiatan. Kebutuhan internal organisasi
terhadap biaya, sepenuhnya kita dorong untuk menjadi tanggung jawab kwartir
nasional," tandas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sementara soal basis Pramuka yang selama ini lebih mengandalkan sekolah, RUU
Gerakan Pramuka justru membuka koridor yang lebih luas, yakni Pramuka juga dapat
berbasiskan masyarakat. "Jadi Gugus Depan Pramuka yang selama ini berada di
sekolah-sekolah, harus dikembangkan secara lebih luas dan kreatif di
tengah-tengah kehidupan masyarakat," tegas Hakam.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi X DPR Heri Akhmadi menambahkan, perspektif
perluasan basis Pramuka itu juga dalam rangka mendorong negara dan pemerintah
untuk memberikan pengakuan terhadap Pramuka Indonesia. "Jadi pemerintah jangan
hanya sebagai regulator, RUU (Pramuka) antara lain mengamanatkan agar pemerintah
juga dalam posisi recognition. Artinya ada pengakuan nyata terhadap eksistensi
Pramuka dalam membangun generasi muda," tegas Hakam Naja.

Sementara Ketua Kwatir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar, mengatakan bahwa
keberadaan Keppres nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka sudah tidak
memadai lagi. Karena itu Kwarnas Gerakan Pramuka memandang perlu adanya payung
hukum dalam bentuk undang-undang (UU) guna memayungi gerakan Pramuka.

"Gagasan agar gerakan Pramuka di Indonesia dipayungi oleh undang-undang muncul
dalam Musyawarah Nasional (Munas) Pramuka 2003 di Pontianak, karena forum
menilai Keppres nomor 238 tahun 1961 sudah tidak memadai lagi dalam mewadahi
aktifitas kepramukaan. Lalu pada tahun 2006 muncul legi revitalisasi Pramuka
yang bermuara pada lahirnya Rancangan Undang-Undang kepramukaan," kata Azrul
Azwar.

Dari 7 tahun proses yang sudah dilalui untuk penyempurnaan RUU tersebut, sebut
Azrul, ada 4 topik yang hingga kini masih menjadi perdebatan. Antara lain soal
urgensi Gerakan Pramuka dan UU gerakan Pramuka, tentang kelembagaan yang
mengelola pendidikan kepramukaan, serta tentang nama yang tepat untuk
undang-undang dimaksud.

"Secara spesifik DPR mengusulkan Undang-Undang Pramuka, sedangkan pemerintah
mengusulkan Undang-Undang Gerakan Kepramukaan. Soal nama, sepenuhnya diserahkan
kepada DPR dan pemerintah. Kwartir Nasional Pramuka lebih fokus pada substansi
undang-undang itu sendiri," kata Azrul Azwar. (fas/jpnn)
selanjutnya ...

Pramuka Bukan Organisasi Kepemudaan

NASIONAL - SOSIAL
Selasa, 28 September 2010 , 17:51:00
oleh : Saiko Damai - dikutip dari milist Pramuka

JAKARTA - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Azrul Azwar, tidak
ingin Pramuka disebut sebagai organisasi kepemudaan. Menurutnya, Gerakan Pramuka
lebih bersifat pendidikan. Karenanya, ia meminta kepada DPR yang saat ini
membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pramuka, bisa memasukkan organisasi
kepanduan itu ke kementrian yang relevan.

"Tidak bisa disamakan dengan organisasi kepemudaan. Kita serahkan ke DPR, mau
dibawa ke mana, tapi kita ingin di bawah kementrian yang relevan," kata Azrul
kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/9), usai diskusi
tentang RUU Pramuka.

Azrul juga mendukung upaya DPR yang terus berupaya menyelesaikan RUU Pramuka.
Kata dia, Pramuka memang harus diatur dalam UU bukan dalam bentuk Keputusan
Presiden (Kepres) sehingga kedudukannya lebih kuat. "Kami mendorong
Undang-undang ini (RUU Pramuka) supaya eksistensi Pramuka diakui dan mendapat
perlindungan," ucapnya.

Dengan adanya UU Pramuka, kata Azrul, maka diharapkan tidak ada lagi organisasi
kepramukaan yang ingin berdiri sendiri. Menurutnya, bisa saja banyak organisasi
kepramukaan, tapi induknya tetap satu.

"Di seluruh negara, induk Pramuka itu hanya satu, tidak ada dua. Bila banyak
sepert itu, maka bangsa ini akan terkotak-kotak dan yang rugi bangsa Indonesia
sendiri," katanya. (awa/jpnn)
selanjutnya ...

Jumat, September 24, 2010

Sudah Kembali ke RI, Panja DPR Temukan 3 Penyebab Pramuka Gagal di Afsel

Jakarta - Rombongan Panja Pramuka dari Komisi X DPR yang berangkat studi banding di Afrika Selatan (Afsel) sejak 14 September, telah kembali ke Tanah Air. Sesuai misi semula, mereka banyak mendapat pelajaran mengapa Pramuka kurang berkembang di negeri itu.

Rully Chairul Azwar, ketua rombongan Panja ke Afsel, pihaknya menemukan alasan mengapa Pramuka di Afsel tidak berkembang. "Jadi ada tiga hal kenapa Pramuka di sana tidak besar," kata Rully kepada detikcom, Selasa (21/9/2010).

Hal pertama yang membuat Pramuka Afsel tidak berkembang adalah karena wadah tersebut tidak dikelola oleh negara. Pendanaan kegiatan itu hanya diperoleh dari bantuan orang-orang atau lembaga-lembaga tertentu.

"Jadi seperti NGO saja, seperti LSM. Dan mereka bukan semacam wadah untuk pembentukan karakter anak muda, kalau yang ingin ikut, ya masuk. Begitu saja. Alasannya karena mereka ingin mempertahankan independensi," cerita Rully.

Hal kedua, pada era tertentu, orang kulit hitam di Afsel tidak boleh bergabung dalam wadah tersebut. Hal ini membuat anggota Pramuka Afsel tidak bertambah dengan cepat. "Tapi sekarang sudah boleh ikut," kata politisi Partai Golkar ini.

Alasan ketiga yang ditemukan Panja Pramuka DPR, karena tidak dikelola oleh negara, kegiatan Pramuka di Afsel tidak masuk di sekolah-sekolah. "Jadi kegiatan Pramuka itu tidak ada di sekolah-sekolah di sana," kata Rully.

Rully mengatakan, Panja Pramuka belajar banyak hal dengan mengunjungi Afsel. Awalnya, semua bertanya-tanya mengapa Pramuka di Afsel tidak besar, padahal dari negara itulah justru inspirasi Pramuka berasal.

"Bapak Pramuka itu dapat insprirasi untuk membentuk Pramuka itu dari Afsel, harusnya kan sekarang Pramukanya berkembang, tapi ternyata tidak. Dan ternyata penyebabnya adalah tiga hal itu," kata Rully.

Rully menegaskan, kepergian Panja Pramuka ke Afrika Selatan sama sekali bukan jalan-jalan. Semua itu dilakukan dalam rangka uji sahih sebelum sebuah undang-undang diluncurkan.

Rully mengakui, studi banding dalam rangka uji sahih itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun hal itu penting dilakukan karena merupakan salah satu proses penting dalam suatu pembentukan undang-undang.

"Itu proses yang tidak bisa dihilangkan, kita tidak bisa menghilangkan satu mekanisme itu," kata Rully.

Menurut Rully, jika biaya untuk proses pembentukan undang-undang memang dirasa sangat berat, ada baiknya ada pembatasan undang-undang per tahunnya. "Kalau memang biayanya besar, ya dibatasi saja per tahun berapa UU, tapi jangan dikurangi mekanismenya," kata Rully.

Rully setuju jika ada kritikan kepada pemerintah maupun DPR yang pergi untuk jalan-jalan saja. Namun jika kepergian itu memang untuk kepentingan negara, Rully berharap masyarakat dapat membedakannya.

"Jadi jangan ada pembunuhan karakter," kata Rully. (ken/nrl)

Sumber : DetikNews.com
selanjutnya ...

Kamis, Juni 17, 2010

Menpora akan Buat Gerakan Pramuka Lebih 'Seksi'

Jakarta - Pemerintah berencana merevitalisasi gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) yang saat ini sudah tidak lagi populer. Revitalisasi itu supaya nantinya gerakan Pramuka kembali hidup dan diminati oleh kalangan pelajar atau masyarakat.


"Memang ada persoalan-persoalan di Pramuka yang harus kita benahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih seksi, lebih menarik bagi anak muda," kata Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

Hal itu dikatakan dia usai mengikuti rapat mengenai 'Revitalisasi gerakan Pramuka untuk pembangunan karakter bangsa' di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2010).

Menurut Andi, saat ini para pemuda lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan outdoor seperti olahraga ekstrem, rafting, outbond dan sebagainya. Padahal itu adalah kegiatan-kegiatan yang sejatinya ada di dalam kepramukaan.

Andi mengatakan, untuk merevitalisasi gerakan Pramuka itu, pemerintah akan melakukan beberapa langkah. Misalnya pemerintah akan mengadakan training bagi para pelatih-pelatih kepramukaan. Nantinya, para pelatih tersebut akan diterjunkan ke tiap gugus depan (gudep), yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.

"Sekarang ini 90 persen dari gudep pramuka itu ada di sekolahan-sekolahan. Nah, ini kita mulai untuk training for trainers, action plan yang jelas supaya pramuka ini betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali, menjadi salah satu pilihan utama bagi orang-orang muda untuk mengaktualisasikan dirinya," mantan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat ini

Selain itu, lanjut Andi, ia akan berusaha membujuk para tokoh-tokoh masyarakat yang dulu bergelut dengan Pramuka kini menjadi orang sukses. Hal ini untuk memperlihatkan kepada kalangan yang potensial mengikuti kegiatan itu supaya lebih bersemangat.

Andi merasa, gerakan Pramuka sangat luar biasa karena mengajarkan nilai-nilai yang bagus bagi anggotanya. Para pejabat yang ikut dalam rapat, antara lain Wapres Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Menteri Keuangan Agus Martowardojo, saling mengenang mengenai kegiatan Pramuka yang pernah diikuti semasa sekolah.

"Misalnya dulu waktu pramuka punya buku saku, lalu kemudian tiap hari di buku saku menulis hal baik apa yang sudah aku lakukan hari ini? Karena harus berbaik kepada setiap manusia. Harus siap membantu orang tua, sesama, dan sebagainya coba liat Dasa Dharma Pramuka, luar biasa kan?" cetus mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.

Namun, ketika ditanya apakah masih hafal Dasa Dharma Pramuka itu, Andi tidak menyebutkan dan hanya tertawa saja. Menurutnya, bukan masalah hafal atau tidak melainkan bagaimana mengimplementasikan janji tersebut dalam kegiatan Pramuka dan kehidupan sehari-hari.

"Ha ha ha. Sudah lama itu Dasa Dharma dan segala macam. Tapi mari kita lihat ini nilai-nilai yang semua harus kita semua harus kita..., bukan untuk menghafal tapi bagaimana mengimplementasikan bersama dalam berbagai macam kegiatan kepramukaan," tutup Andi.

(irw/nwk)
Sumber : www.detiknews.com, Rabu, 16/06/2010 20:34 WIB
selanjutnya ...

Sabtu, Mei 29, 2010

Lomba Pembuatan Logo, Lagu dan Maskot “50 Tahun Gerakan Pramuka dan 100 Tahun Kepanduan di Indonesia”

Pendahuluan
Gerakan Pramuka, sebagai organisasi pendidikan kepanduan di Indonesia, akan memperingati ulang tahunnya ke-50 pada 2011. Walaupun demikian, gerakan pendidikan kepanduan telah lama ada di bumi Indonesia, yaitu sejak 1912. Berarti pada 2012 akan diperingati 100 Tahun gerakan kepanduan di Indonesia.
Memperingati Hari Pramuka 14 Agustus 2011 yang sekaligus merupakan HUT ke-50 Gerakan Pramuka dan 100 tahun gerakan kepanduan di Indonesia pada 2012 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bermaksud menyelenggarakan lomba membuat Logo, lagu (Mars) dan Maskot.
Tema kegiatan adalah “Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia”
Ketentuan umun Lomba pembuatan Logo, Lagu dan Maskot HUT Pramuka ke-50 Tahun 2011 dan 100 tahun gerakan kepanduan di Indonesia pada 2012 adalah sebagai berikut:
1. Terbuka untuk umum, warganegara Indonesia.
2. Setiap peserta harus melengkapi dengan keterangan tertulis berisi nama lengkap, alamat lengkap, nomor telepon, dan alamat e-mail (kalau ada)
3. Setiap peserta harus melampirkan fotokopi tanda pengenal (KTP/Kartu Pelajar/SIM/Paspor).
4. Semua karya harus selaras dengan tema.
5. Semua karya harus merupakan karya asli, bukan menjiplak/mencontoh dari karya lainnya, dan tidak sedang/pernah diikutsertakan dalam lomba lainnya.
6. Semua karya yang masuk menjadi milik panitia.
7. Panitia berhak mengadakan penyesuaian seperlunya terhadap karya-karya yang masuk.
8. Panitia berhak menggunakan karya-karya pemenang untuk kepentingan Gerakan Pramuka.
9. Keputusan panitia adalah mutlak dan tak dapat diganggu-gugat.
10. Karya Logo, Lagu dan Maskot dikirim ke Kwartir Nasional Gerakan Pramuka u.p. Panitia Lomba, dengan alamat Jalan Medan Merdeka Timur 6, Jakarta 10110 dan paling lambat diterima panitia tanggal 30 Juli 2010.
11. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2010.


Persyaratan Khusus:

A. Lomba Membuat Logo:

1. Logo harus sejalan dengan tema.
2. Logo dibuat di atas kertas ukuran minimal A4 dan maksimal A3.
3. Cara dan teknik pembuatan logo bebas, boleh menggunakan tangan atau pun computer
4. Logo dibuat secara 2 (dua) dimensi, dan harus mencantumkan lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
5. Logo harus mencantumkan pula lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
6. Logo dilengkapi penjelasan rinci meliputi makna/filosofi logo, karakter serta masing-masing arti warna yang digunakan.
7. Logo yang dikirim dalam bentuk hard copy harus secara mendatar dimasukkan ke dalam amplop, dan tidak boleh dilipat. Usahakan melapisi kertas desain logo dengan karton tebal, agar tidak tertekuk atau terlipat saat pengiriman. Logo yang dikirim dalam bentuk soft copy dalam format tiff atau cdr minimal 2.5 MB

B. Lomba Cipta Lagu Mars Gerakan Pramuka

1. Lagu berirama mars, penuh semangat.
2. Syair lagu menggunakan Bahasa Indonesia dengan kata-kata yang mudah diingat
3. Lagu ditulis dalam Notasi balok dan angka
4. Syair lagu mencerminkan visi dan misi Gerakan Pramuka
5. Durasi lagu antara 5-10 menit
6. Lagu dinyanyikan dan direkam dalam CD dengan diiringi musik.
7. Karya peserta dikirimkan dalam bentuk notasi dan rekaman CD.

C. Lomba Pembuatan Maskot

1. Maskot harus sejalan dengan tema.
2. Maskot dibuat di atas kertas ukuran minimal A4 dan maksimal A3.
3. Cara dan teknik pembuatan Maskot bebas, boleh menggunakan tangan atau pun komputer.
4. Maskot dibuat secara 2 (dua) dimensi, dan harus mencantumkan lambang Gerakan Pramuka (tunas kelapa) dan lambang World Scouting/Kepanduan Sedunia (bunga lili/fleur-de-lys).
5. Maskot dilengkapi penjelasan rinci meliputi makna/filosofi Maskot, karakter serta masing-masing arti warna yang digunakan.
6. Maskot dikirim secara mendatar dimasukkan ke dalam amplop, dan tidak boleh dilipat. Usahakan melapisi kertas desain Maskot dengan karton tebal, agar tidak tertekuk atau terlipat saat pengiriman.




Untuk para pemenang, panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan:

A. Juara lomba membuat Logo sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)
B. Juara lomba cipta lagu mars Gerakan Pramuka sebesar Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah)
C. Juara lomba membuat Maskot sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)


Panitia pelaksana
selanjutnya ...

Senin, Mei 03, 2010

Pramuka Jangan Dipolitisasi


Semarang (1/5) Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Bibit Waluyo mengatakan Pramuka itu bukan untuk dipolitisasi, tidak boleh Pramuka itu dipolitisasi. “Pramuka dianggap bersih, murni jangan dicampuri dengan mempolitisasinya karena politisasi terkesan hanya untuk kepentingan kelompok atau perorangan.

Oleh karena itu tandasnya, ia sangat setuju ungkapan Menpora, Andi Alfian Mallarangeng "tidak boleh ada organisasi yang menyerupai Pramuka di bumi nusantara ini dan satu Pramuka untuk satu Indonesia" Pernyataan tersebut disampaikan Bibit Waluyo ketika menghadiri Pertemuan Pramuka Siaga Sehari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Pramuka Puskepram Candrabirawa, Karanggeneng, Semarang Jawa Tengah.

Menurut mantan Pangkostrad ini, Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukkan karakter generasi muda oleh karenya bagi kita dan semua pemimpin di tanah air harus dan berkewajiban untuk mengelola wadah yang universal ini dengan baik karena Gerakan Pramuka sebagai asset Negara di dalam membentuk karakter manusia. “Kalau pintar, mempunyai karakter yang baik dan berbudi pekerti yang luhur, ia akan menjadi pemimpin yang sempurna”. Disinilah kelebihan Pramuka itu, kita semua mencoba untuk mengisi generasi muda dengan kepribadian yang luhur dalam rangka mempersiapkan kader pemimpin yang handal, pintar, bermoral, sehat, dan mempunyai agama yang kuat, tandasnya.

Satu hal yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian semua pihak tegas Gubernur adalah “Pembentukan watak ini menjadi pondasi bagi segala-galanya. Kalau wataknya sudah bagus tentu dia akan menjadi pemimpin yang dapat dihandalkan. Pintar saja tidaklah cukup karena kalau wataknya tidak baik tentu tidak akan bermanfaat. Oleh karena itu lebih baik agak pintar sedikit tapi mempunyai watak yang bagus.

Pertemuan Pramuka Siaga Sehari (PERSARI) tahun 2010 ini berlangsung 1-2 Mei 2010 dengan utusan peserta dari Koordinator wilayah (Korwil) Banyumas, Kedu, Surakarta, Pati, Semarang, dan Pekalongan. Mereka (Pramuka Golongan Siaga usia 7-10 tahun-red) ini merupakan Barung Berprestasi, juara 1 dan 2 putera dan puteri pada Pesta Siaga Tingkat Korwil. Seluruh peserta yang hadir pada PERSARI ini adalah berjumlah 281 orang. Menurut Ketua Panitia PERSARI, Bagasto materi kegiatan yang disampaikan kepada peserta adalah lomba pentas seni, parade puisi, guritan, melukis, cerita rakyat, dan lomba permainan besar.

Sedangkan materi kegiatan rekreatif, pendidikan dan budaya adalah wisata budaya meliputi wisata bahari di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Pengenalan Satuan Karya Dirgantara di Skuadron 31 Serbu Lanumad Ahmad Yani Semarang, dan kunjungan tempat bersejarah (Shampho Khong)

Semarang, 3 Mei 2010
Informasi
lebih lanjut: Saiko Damai, Hp. 0813-10769003
selanjutnya ...

Jumat, April 23, 2010

Satu Pramuka untuk Satu Indonesia


oleh: Berthold Sinaulan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Malarangeng, menegaskan bahwa Pemerintah RI mendukung sepenuhnya satu Pramuka untuk satu Indonesia. "Pemerintah mendukung satu (organisasi) Gerakan Pramuka untuk satu Indonesia," tegasnya.

Berbicara saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka di Kompleks Gerakan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, 23 April 2010, Menpora menjawab permintaan pengurus Gerakan Pramuka. Sebelumnya, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Azrul Azwar, menjelaskan bahwa RUU Gerakan Pramuka yang diajukan adalah untuk memantapkan keberadaan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi pendidikan kepanduan di Indonesia.

Sejalan dengan sejarah gerakan kepanduan di Indonesia, pada akhir 1960-an terdapat banyak sekali organsasi kepanduan di Tanah Air. Sebagian di antaranya berafiliasi pada partai-partai politik. Dalam kenyataannya, terjadi persaingan antara satu organisasi dengan organisasi lainnya, yang terkadang menimbulkan persaingan tak sehat.

Hal itu merisaukan Presiden RI saat itu, Ir. Soekarno. Akhirnya dengan didukung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang kelak dijadikan "Bapak Pramuka Indonesia, dan sejumlah tokoh kepanduan nasional lainnya, berbagai organisasi kepanduan itu dikumpulkan, dan akhirnya semua sepakat menyatukan diri dalam satu organisasi. Maka lahirlah Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi pendidikan kepanduan nasional di Indonesia yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI No.238 Tahun 1961.

Namun dewasa ini, timbul kecenderungan pembentukan organisasi-organisasi kepanduan lain di luar Gerakan Pramuka. Padahal, seperti diungkapkan pengurus Gerakan Pramuka, bila masih ada kelemahan-kelemahan di dalam Gerakan Pramuka, seharusnya organisasi itu yang diperbaiki dan bukan membuat organisasi lain.

Menanggapi hal itu, Menpora mengatakan bahwa Pemerintah mendukung keberadaan Gerakan Pramuka dan berusaha memfasilitasi agar mutunya semakin ditingkatkan. "Jadi, kami dukung satu (organisasi) Pramuka untuk satu Indonesia. Bukan dua, tiga, atau empat (organisasi) Pramuka untuk satu Indonesia, bukan pula himpunan organisasi-organisasi Pramuka untuk satu Indonesia," ujar Andi Malarangeng yang disambut Tepuk Pramuka oleh para peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh Indonesia.
selanjutnya ...

Rabu, Januari 27, 2010

Presiden SBY Bangga Memakai Seragam Cokelat


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang biasanya selalu mengenakan setelan jas dan dasi resmi, Jumat (20/11) kemarin, rela menggunakan seragam Pramuka yang sudah berpuluh- puluh tahun lamanya tak dikenakan olehnya. Sederet pin-pin Pramuka pun menambah kesan gagah dari sosok Kepala Negara ini. Bukan tanpa alasan, hari itu, Presiden SBY sengaja mengenakan seragam Pramuka karena harus menghadiri upacara pengukuhan pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka masa bakti 2008–2013.

Terkait seragam Pramuka ini, Presiden SBY memiliki pengalaman tersendiri. Dia mengaku, awal mula tertarik pada organisasi kepanduan ini pada 1961 saatPresiden RI pertama Soekarno meresmikan Gerakan Pramuka di Tanah Air. Saat itu, SBY yang semasa kecilnya dipanggil Sus oleh teman-teman sekolahnya ikut berdiri di sebuah lapangan kecil di Pacitan. Saat itu, SBY masih duduk di kelas 6 SD. Itulah saat pertama SBY mengenakan seragam Pramuka.

Bersama-sama puluhan teman-teman sekampungnya, SBY pun ikut larut dalam upacara peresmian Gerakan Pramuka ini. SBY mengaku ketertarikannya kepada organisasi Pramuka berawal dari warna kecokelatan seragam yang dikenakan para Pramuka. ”Saya pertama kali tertarik karena seragamnya, melihat gerakannya gagah. Latihan-latihannya sungguh menarik waktu itu. Maka, saya dan teman-teman bergabung dengan Pramuka,” kenang SBY.

SBY mengaku, sejak kecil dirinya memang selalu tertarik dengan gerakan yang membentuk kepemimpinan, karakter, dan persahabatan satu sama lain. Hal semacam ini, menurutnya, saat itu sangat tergambar jelas di Gerakan Pramuka. Menurutnya, dari Pramuka inilah yang akhirnya mempengaruhi kehidupan dan kariernya untuk mencintai kehidupan berorganisasi gerakan lapangan. "Ternyata, dalam perjalanan hidup, sangat banyak peran Pramuka dalam membentuk kepribadian, watak, semangat, dan cita-cita dalam banyak hal," paparnya.

Presiden SBY menilai, Pramuka sekarang ini harus lebih memiliki karakter yang kuat dalam berbagai hal. Langkah ini diperlukan agar generasi muda Indonesiadapat tertarik untuk mengikuti kegiatan Pramuka.

Kecintaan Presiden SBY terhadap Gerakan Pramuka pun ditunjukkan hingga kini. Melihat redupnya gerakan kepanduan ini, Presiden pun mengambil langkah terobosan untuk menghidupkannya kembali. Salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi Gerakan Pramuka. Presiden pun telah memerintahkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Mallarangeng untuk melakukan revitalisasi Gerakan Pramuka.

Mengomentari langkah dari Kepala Negara ini, beberapa waktu lalu sebelumnya Menegpora, Andi Malarangeng telah menyiapkan beberapa program yang akan ditawarkan kepada Kwarnas. Bahkan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Kwarnas Gerakan Pramuka untuk berdiskusi dan menawarkan fasilitas bagi kemajuan Pramuka. Dalam pertemuan itu, Andi menegaskan, bahwa sudah dibahas langkah-langkah yang bisa diambil untuk memfasilitasi gerakan anak-anak muda dalam hal kepanduan ini. "Ke depan, saya akan mengambil langkah-langkah untuk merumuskan revitalisasi Pramuka," ungkap Andi Mallarangeng beberapa waktu lalu.
selanjutnya ...

Sabtu, November 21, 2009

Tepuk Pramuka Tiga Kali Untuk Presiden

Sabtu, 21-11-2009 12:25:08 oleh: Berthold Sinaulan


Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) dan Pramuka Utama melantik pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka masa bakti 2008-2013 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (20/11).

Sebanyak 93 anggota pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka yang dipimpin ketuanya, Prof DR Dr Azrul Azwar, MPH dilantik oleh Presiden berdasarkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 90/M Tahun 2009 yang ditetapkan pada 11 Agustus 2009.

Dalam pelantikan tersebut, hadir pula Ibu Negara Ibu Ani Bambang Yudhoyono, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan sejumlah pejabat negara lainnya.

Dalam pengarahannya seusai acara pelantikan, Presiden menekankan pentingnya bagi Gerakan Pramuka untuk terus membantu pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan kepanduan lengkap dengan aneka macam latihan yang ada.

Kepala Negara juga mengingatkan kembali tentang revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah dicanangkannya pada peringatan Hari Pramuka 14 Agustus 2006 lalu. Presiden mengharapkan agar para pengurus yang baru dilantik terus mendorongnya revitalisasi itu agar Gerakan Pramuka dapat semakin menarik bagi generasi muda.

Ketua Mabinas yang sekaligus mengingatkan betapa bersemangatnya dia mengikuti latihan kepramukaan yang pertama kali diperolehnya ketika dia masih menjadi siswa kelas V atau VI SD di Pacitan, Jawa Timur, ingin agar diadakan pelatihan-pelatihan yang metodologinya terus dikembangkan. Presiden juga meminta diadakannya pelatihan kepemimpinan dan training for trainers. Pada gilirannya, kata Presiden, mereka yang telah mendapatkan pelatihan itu akan kembali melatih yang lain, sehingga dalam waktu satu atau dua tahun mendatang, para Pembina yang sudah terdaftar akan mendapatkan sertifikasi dengan kualifikasi yang sudah ditentukan.

Presiden juga menekankan perlunya kegiatan-kegiatan yang menarik bagi generasi muda. Misalnya, latihan kepemimpinan, keterampilan mengatasi rintangan alam, pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan, pelatihan teknologi dan informasi, serta bela diri. Menurut Presiden, bela diri perlu diberikan bukan untuk menjadi sombong dan mau bertarung, tetapi untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Kepala Negara juga berharap agar seragam Gerakan Pramuka lebih disesuaikan lagi untuk keperluan-keperluan tertentu. Misalnya, untuk kegiatan di alam terbuka, kantung celana kurang banyak, dan kalau naik gunung agar celananya tidak robek.

Demikian pula tentang Bumi Perkemahan Pramuka Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Presiden yang mengaku sampai awal-awal masa jabatan pertamanya sebagai Presiden masih sering berolahraga jogging bersama Ibu Negara di sana, mengganggap bumi perkemahan itu sudah cukup bagus dan luas. Tapi sayang waktu itu agak kurang terawat, kata Presiden. “Saya waktu itu masih sering mencium bau yang tidak sedap. Masih ada sampah yang tidak pada tempatnya dan sebagainya. Tidak boleh hal seperti itu terjadi,” ujarnya lagi.

Presiden mengakhiri pengarahannya dengan disambut tepuk pramuka tiga kali oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka yang hadir pada acara itu. Kemudian dilanjutkan dengan acara memberikan salam oleh Presiden dan Ibu Negara, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh dan istri, serta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Malaranggeng dan istri kepada seluruh pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka.
selanjutnya ...

Senin, Oktober 19, 2009

Pertama di Indonesia : Komunikasi Digital di Jambore On The Air

Onno W. Purbo - detikinet

Jakarta - Sejak 52 tahun yang lalu, Pramuka (Scout) telah mengadakan Jambore On The Air (JOTA) Internasional atau Jambore di udara menggunakan peralatan ORARI. Selanjutnya, JOTA berkembang menggunakan Internet dan dikenal dengan sebutan Jambore On The Internet (JOTI).

Pada tanggal 17-18 Oktober 2009, kembali diselenggarakan JOTA dan JOTI oleh Pramuka Indonesia bekerja sama dengan ORARI. Rekan-rekan ORARI di seluruh Indonesia membantu adik-adik Pramuka untuk dapat mengudara dan berpartisipasi pada JOTA dan JOTI.

Secara tradisional, adik-adik Pramuka akan berbicara menggunakan radio SSB maupun radio FM VHF untuk berkomunikasi dengan anggota pramuka lainnya di Indonesia maupun di dunia.

Berbeda dengan kegiatan tradisional JOTA, stasiun JOTA YC0ZSA yang berlokasi di Jakarta Pusat yang dioperasikan oleh rekan-rekan ORARI dari Lokal Kemayoran YC0ZAL melakukan beberapa terobosan pada kegiatan JOTA di Indonesia.

Beberapa terobosan yang dilakukan antara lain adalah dilakukan workshop dimana adik-adik Pramuka diperkenalkan teknik untuk beroperasi pada frekuensi Microwave 2,4 GHz menggunakan peralatan Ubiquiti PowerStation2, NanoStation2 dan PicoStation2 yang merupakan hibah dari Wireless University (http://www.wirelessu.org) dari Amerika Serikat.

Adik-adik pramuka diperkenalkan cara menginstalasi peralatan dan teknik mengarahkan Access Point PowerStation2 agar dapat tersambung dan memberikan akses Internet pada kecepatan 54Mbps ke peralatan Access Point Client NanoStation2.

Komunikasi digital amatir radio dilakukan menggunakan software Open Source FLDIGI. Di sini mikrofon sama-sama tidak digunakan, adik-adik Pramuka berkomunikasi menggunakan keyboard di komputer melalui saluran radio.


Pada kesempatan JOTA internasional 2009, adik-adik Pramuka menggunakan mode digital BPSK-31 pada frekuensi kerja 14.070MHz. Station JOTA YC0ZSA berhasil berhubungan dengan stasiun di Australia, Vietnam, Rusia dan memonitor komunikasi dari Inggris, Eropa dan banyak stasiun lainnya. Hal ini barangkali pertama kali dilakukan di JOTA Internasional Indonesia.

Yang tidak kalah menarik adalah stasiun JOTI menggunakan software iQSO dan eQSO. JOTI dengan eQSO dilakukan oleh adik Pramuka menggunakan laptop yang tersambung ke Internet. Kira-kira mirip voice chatting di Internet.

Station JOTI YC0ZSA dioperasikan di bawah bimbingan Pak Bambang YD0NWM meggunakan akses Internet selular. JOTI dilakukan pada room Pramuka dan NstaraNet. eQSO kali ini berhasil berkomunikasi dengan stasiun JOTI dari Batam, dan banyak lokasi lainnya melalui Internet.
(ash/ash)

Sumber : detikInet
selanjutnya ...

Jumat, September 11, 2009

Pelantikan Pengurus Dewan Kerja Nasional masa bhakti 2008-2013


Pada Hari Selasa, 8 September 2009, Ka Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Prof. DR. Azrul Azwar, MPH, Melantik Jajaran Pengurus Dewan Kerja Nasional Pramuka Penegak dan Pandega, Periode/Masa Bakti 2008-2013, bertempat di Auditorium Kwarnas, Jl. Medan Merdeka Timur No. 6 Jakarta Pusat.
Dalam Sambutannya Ka Kwarnas Berharap agar Wadah Dewan Kerja dapat melahirkan tokoh-tokoh muda tingkat Nasional, yang handal, amanah dan dapat dibanggakan.
Selamat bekerja dan berbakti DKN 2008-2013 dan Terima Kasih atas darma bakti DKN 2004-2008.
Berikut nama nama Anggota DKN yang baru saja dilantik
Ketua : Syarifah Alawiyah (DKI)
Wakil : Wahyudi Sukarno (Jatim)
Sekretaris 1 : Putri Rizki Dian Lestari(DKI)
Sekretaris 2 : Mukhlis (DKI)
Bendahara : Agustinus Iman Centaufin (NTT)
Anggota :
Fitrah Kurnia Indah Moendatho (DKI-Bidang Kegiatan)
Rozak Leslie (Jabar-Bidang Kegiatan)
Yudha Adiyaksa (DKI-Pengkajian). Wilbin Jawa, Bali dan LN
Bambang (Kalbar-Pengkajian)
Adam Wiraditya Firdaus Kemal Akbar (Jatim-Evaluasi)
Muhammad Fuad Albaar (Maluku Utara-Abdimas Humas)
Ari Wijanarko Adipratomo (Konsulat Chicago-Abdimas Humas)Wilbin Jawa, Bali dan LN
selanjutnya ...

Rabu, Agustus 19, 2009

Sambutan Presiden Republik Indonesia Pada Upacaa HUT Pramuka Ke-48


Bismillahirahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb

Salam Sejahtera untuk kita semua

Para tamu undangan yang saya hormati baik dari dalam maupun dari luar negeri
Para pimpinan Kwartir Gerakan Pramuka baik Pusat maupun Daerah yang saya cintai.
Para peserta upacara sekalian yang saya cintai dan saya banggakan

Pada kesempatan yang bersejarah ini marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena kita semua, dapat menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke 48 Tahun 2009. Atas nama Negara dan Pemerintah, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun yang ke 48 kepada Keluarga Besar Gerakan Pramuka di seluruh Tanah Air.

Pengabdian saudara telah tercatat abadi dalam sejarah perjuangan bangsa, saya berharap dengan usianya yang ke 48 ini, Gerakan Pramuka bertambah berjaya dan lebih bisa meningkatkan baktinya kepada bangsa dan Negara tercinta. Pada kesempatan yang baik ini pula, saya ingin mengucapkan selamat kepada semua yang pada hari ini mendapatkan anugerah, tanda penghargaan lencana Pramuka, baik yang berprestasi dari putera puteri bangsa kita maupun para pimpinan gerakan kepanduan Negara-negara sahabat. Kontribusi, prestasi dan jasa saudara juga tercatat oleh sejarah Gerakan Kepramukaan di Indonesia. Oleh karena itu dengan rasa hormat, saya ikut berbangga untuk mengaturkan Lencana Gerakan Pramuka, saya ulangi Lencana Pramuka yang tadi telah kita disaksikan bersama-sama.

Saudara-saudara, saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kwarnas Gerakan Pramuka atas segala prakarsa, kreatifitas, dan kerja kerasnya yang ditunjukkan selama ini. Gerakan Pramuka kita, setelah kita melaksanakan revilitasi Gerakan Pramuka, kini semakin berkembang dengan baik. Tentu saja apa yang telah dilakukan oleh Gerakan Pramuka ini, diseluruh Indonesia dapat ikut serta meningkatkan karakter dan kepemimpinan bangsa yang tentu saja menjadi kepedulian kita semua dan menjadi agenda penting dari Gerakan Pramuka yang kita jalankan selama ini di negeri tercinta.

Saudara-saudara Gerakan Pramuka tetap penting dan akan semakin penting di masa depan. Oleh karena itu marilah dengan penuh tanggung jawab, kita majukan bersama-sama, kita lakukan berbagai upaya untuk benar-benar memajukan Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia. Saya ingin semua pihak ikut memberikan konstribusinya dan saya intruksikan kepada seluruh-seluruh jajaran pemerintah, para menteri, para gubernur, para bupati dan para walikota untuk terus membantu dan memfasilitasi kegiatan Gerakan Pramuka diseluruh Indonesia.

Bantu dengan sumber daya yang dimiliki bukan hanya anggaran tetapi bantuan-bantuan yang lain, sehingga Gerakan Pramuka diseluruh Indonesia akan terus berkembang di masa depan.

Hadirin yang saya hormati, keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya cintai.

Kita sedang memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64. Tadi pagi dihadapan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia saya telah menyampaikan pidato kenegaraan berkaitan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan kita ditahun 2009 ini.

Tema yang saya angkat adalah refleksi kemerdekaan dan perjalanan bangsa sejak 17 Agustus 1945 sampai hari ini dan terus melihat kearah masa depan, saya menggaris bawahi dalam pidato kenegaraan tadi perlunya kita semua sebagai bangsa yang besar untuk bersatu, bangkit dan maju menyongsong masa depan kita, saya ulangi lagi bersatu, bangkit dan maju membangun hari esok yang lebih baik.

Mengapa saya mengingatkan kita mesti bersatu, hanya dengan persatuanlah kita bisa mengatasi segala permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa kita, hanya dengan persatuanlah kita bisa meningkatkan pembangunan bangsa dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Satu tahun ini, bangsa kita bisa menyelenggarakan pemilihan umum, dalam pemilihan umum ini, ada jarak yang berbeda diantara warga bangsa karena memang demikianlah keniscayaan sebuah pemilihan umum dalam ruang demokrasi. Saatnya sekarang setelah pemilihan umum selesai kita segera bersatu kembali lebih kompak, lebih erat, untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara kita.

Yang kedua mengapa saya katakan harus bangkit, ingat sepuluh sebelas tahun yang lalu, Indonesia mengalami krisis, krisis yang besar, bahkan banyak yang meramalkan yang mencemaskan waktu itu negara kita akan jatuh, akan bubar, akan tertatih-tatih. Tuhan Maha Besar dan bangsa kita dengan keuletan, dengan kegigihan, sekali lagi dengan persatuan, kita bisa mengatasi keadaan dan negara kita tetap tegak berdiri, dari Sabang sampai Marauke, dari Yanmar sampai pulau rute. Sekarang dunia juga menghadapi krisis perekonomian global tetapi bangsa kita tetap memiliki ketahanan yang tinggi, justru disinilah mulai sekaranglah saatnya, dengan kita telah mengatasi krisis masa lalu, dengan kitapun bisa mengatasi dampak krisis global sekarang ini, saatnya dengan pengalaman dan pelajaran besar itu kita benar-benar bangkit diawal abad 21 ini, untuk meningkatkan pembangunan bangsa menuju Indonesia yang lebih aman, lebih adil, lebih demokrasi, dan lebih sejahtera. Dan diatas
segalanya setelah kita bersatu, kita bangkit insya allah dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, bangsa kita akan maju, akan menjadi negara yang maju, bermartabat dan sejahtera di abad 21 ini. Mari kita jemput masa depan itu saudara-saudara, dengan penuh tanggung jawab,

Berkaitan dengan tema besar, Hari Ulang Tahun Kemerdekaan kita tahun 2009 ini saya mendukung tema yang diambil oleh Gerakan Pramuka yaitu Tingkatkan Peran Gerakan Pramuka Dalam Membangun Karakter dan Kepemimpinan Bangsa. Ya membangun karakter dan Kepemimpinan Bangsa untuk menjadi bangsa yang unggul dan maju. Karakter sangat penting, Kepemimpinan juga penting, kita sering mendengarkan carackter building, kita juga sering mendengar Leadership Devolepment, dua-duanya penting. Mengapa bangsa yang menang, bangsa yang unggul, bangsa yang berhasil haruslah memiliki karakter yang unggul pula.

Karakter yang unggul ditentukan oleh kepribadian, oleh mental, oleh watak bangsa itu. Kalau bangsa kita tangguh, kokoh, ulet, tidak mudah menyerah, memiliki semangat yang tinggi untuk maju, maka tidak ada masalah dan tantangan yang tidak bisa kita atasi. Karakter bangsa yang unggul, juga bangsa yang rukun satu sama lain, saling sayang-menyayangi. Bangsa kita yang majemuk, oleh karena itu dengan kemajemukan itu justru kita harus lebih kompak, lebih rukun, lebih bersatu, sebagai salah satu karakter bangsa yang unggul dan bangsa yang unggul, bangsa yang berkarakter adalah terus memajukan dirinya mencari terobosan, berinovasi, berkreasi, bekerja keras, untuk mencapai cita-cita kita semua. Dan diatas segalanya karakter yang baik adalah bangsa yang cinta damai, bukan bangsa yang senang melakukan kekerasan. Disitulah yang kita tekankan jangan pernah melakukan kekerasan dan kejahatan di negeri ini termasuk tindakan terorisme yang tidak berprikemanusiaan.

Menyelesaikan masalah secara damai secara beradab adalah akar dari peradaban, awal green social season marilah kita bangun dan saya ingin Gerakan Pramuka menjadi contoh , menjadi teladan, bangun watak kalian sejak sekarang untuk menjadi putera puteri bangsa yang berkarakter unggul. Yang kedua kepemimpinan, leadership, semua pemimpin, memimpin bagi dirinya, memimpin ditingkat rumah tangga, pemimpin para tingkat RT/RW, kampung desa dan kelurahan, pemimpin daerah, pemimpin masyarakat, pemimpin negara, semua adalah pemimpin . Pemimpin harus memberikan tauladan, pemimpin memberi contoh dan bekerja bersama-sama dengan yang dipimpin, pemimpin memberikan motivasi bagi semuanya.

Saya ingin karakter seperti ini, sifat-sifat kepemimpinan ini sejak dini ditanamkan pada seluruh anggota Gerakan Pramuka. Kalau sejak dini putera puteri kita yang ikut Gerakan Pramuka memiliki karakter yang unggul, di latih bagaimana pemimpin yang lain, memiliki jiwa kepimpinan yang baik, insya allah dengan ridho Tuhan Yang maha Kuasa. Adik-adik Pramuka kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, tokoh-tokoh masyarakat, putera-puteri yang handal yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi kita semua.

Itulah yang ingin saya sampaikan, jangan menyerah, marilah kita berjuang dengan gigih, masa depan kita indah, cerah, mari kita sambut bersama-sama dengan persatuan, dengan kekompakan, dengan kepemimpinan dan kerja keras. Sekali lagi saatnya bagi bangsa kita, bangsa Indonesia untuk bersatu, bangkit dan maju.

Demikian saudara-saudara Dirgahayu Gerakan Pramuka Republik Indonesia
sekian.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Susilo Bambang Yudoyono
selanjutnya ...

Minggu, Agustus 16, 2009

Sambutan Ka Kwarnas Pada Puncak Acara HUT Pramuka ke-48

Yang terhormat,
Kakak-kakak Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pimpinan Kwarda,
Kwarcab dan Kwarran Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pelatih, Pembina, Pamong dan Instruktur Gerakan Pramuka, Adik-adik Pramuka yang saya banggakan,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,

Salam Pramuka,

Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat untuk turut memperingati Hari Pramuka ke 48 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus.

Selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, perkenankanlah saya pada kesempatan yang berbahagia ini menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka ke 48 kepada segenap keluarga besar anggota Gerakan Pramuka di manapun berada. Semoga peringatan Hari Pramuka ke 48 ini dapat memacu kita untuk lebih memajukan Gerakan Pramuka. Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati, Revitalisasi Gerakan Pramuka, yang merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia, telah berjalan selama tiga tahun. Revitalisasi, yang tujuan pokoknya adalah untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, dalam tiga tahun ini telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Secara bertahap, tetapi pasti, citra dan kinerja Gerakan Pramuka tampak main membaik Minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka tampak makin meningkat.

AZRULBersamaan dengan itu pelbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan. Untuk tercapainya visi dan misi Gerakan Pramuka, yakni mempersiapkan para pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan, pelbagai keberhasilan ini tentu harus dapat dipertahankan dan bahkan semakin lebih ditingkatkan. Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati, Sejarah memang telah mencatat peranan besar anggota pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, para anggota pramuka (kepanduan) mempunyai peranan besar dalam membangkitkan semangat kebangsaan. Pada sekitar tahun 1920-an para anggota pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggalang semangat persatuan.

Untuk kemudian, pada masa-masa awal kemerdekaan, para anggota pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggelorakan semangat bela negara. Sangatlah relevan apabila pada saat ini ketiga peranan tersebut dapat lebih ditingkatkan. Untuk itu, keberhasilan Revitalisasi Gerakan Pramuka sangat menentukan. Untuk lebih memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka, telah berhasil disusun RUU Gerakan Pramuka, yang pada saat ini telah menjadi hak inisiatif DPR.
Sedangkan untuk lebih meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, pada saat ini sedang dilakukan pembaruan sistem pendidikan kepramukaan.

Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati,
Inti pokok pemantapan eksistensi Gerakan Pramuka sebagaimana yang tercantum dalam RUU Gerakan Pramuka setidak-tidaknya mencakup lima hal pokok, yakni: Pertama, penetapan Pancasila sebagai sumber nilai pendidikan kepramukaan Kedua, penetapan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya wadah otonom yang bertanggungjawab menyelenggarakan pendidikan kepramukaan Ketiga, penetapan APBN/APBD sebagai bagian dari sumber dana Gerakan Pramuka Keempat, penetapan pertanggungjawaban kepengurusan kepada Presiden RI sebagai Pramuka Utama Kelima, penetapan prinsip dasar, kode kehormatan serta metoda kepramukaan sebagai unsur pokok dalam sistem pendidikan kepramukaan Sedangkan inti pokok peningkatan fungsi Gerakan Pramuka sebagaimana yang sedang diperbarui pada saat ini adalah penetapan standar untuk tiga unsur pokok sistem pendidikan kepramukaan, yakni: Pertama, standar keluaran yakni kompetensi yang ingin dicapai oleh para peserta didik, mulai dari tingkat siaga, penggalang, penegak sampai dengan pandega Kedua, standar proses yakni pelbagai kegiatan kepramukaan yang wajib diselenggarakan oleh gugusdepan serta diikuti oleh setiap peserta didik Ketiga standar masukan, utamanya aspek ketenagaan dan sarana pendidikan kepramukaan Untuk aspek ketenagaan, yakni para pembina, instruktur, dan pelatih, setelah standardisasi akan dilanjutkan dengan sertifikasi, registrasi dan lisensi Untuk aspek sarana, yakni gugusdepan, sebagai tempat pendidikan bagi anggota muda, serta pelbagai pusat pelatihan, sebagai tempat pendidikan bagi anggota dewasa, setelah standardisasi akan dilanjutkan dengan lisensi dan akreditasi.

Pada masa depan, direncanakan gugusdepan yang diizinkan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, dan karena itu memiliki lisensi, hanyalah gugusdepan yang telah terakreditasi serta didukung oleh tenaga pembina yang telah ter-registrasi saja.

Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati,
Hakekat dasar pendidikan kepramukaan adalah meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan, yakni Satya dan Darma Pramuka kepada seluruh peserta didik, sehingga mereka dapat dipersiapkan menjadi kader pimpinan bangsa yang tangguh pada masa depan. Dalam kerangka mempersiapkan kaum muda yang seperti inilah ditetapkan tema peringatan HUT Gerakan Pramuka ke 48 pada tahun ini adalah ”Tingkatkan Peran Gerakan Pramuka dalam Membangun Karakter dan Kepemimpinan Bangsa”.

Diharapkan dengan tema ini, kita semua dapat lebih meningkatkan motivasi dan bakti kita, bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan bagi masa depan kaum muda yang lebih baik pada masa depan. Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati, Pada kesempatan memperingati Hari Pramuka ke 48 ini perkenankanlah saya atas nama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan bagi perkembangan dan kemajuan Gerakan Pramuka. Ucapan terima kasih ini terutama kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan kepada bapak-bapak/ibu-ibu Menteri, serta kepada bapak-bapak/ibu-ibu Gubernur serta bapak-bapak/ibu-ibu Bupati/Walikota di seluruh Indonesia, Tanpa bantuan bapak-bapak/ibu-ibu semua, tidak mungkin revitalisasi Gerakan Pramuka dapat dilaksanakan.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah pula saya mengajak para anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan kemajuan dan perkembangan Gerakan Pramuka. Kepada para Pimpinan Kwartir Daerah, Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia, saya menghimbau, marilah kita bersama berupaya melakukan hal–hal terbaik, demi masa depan kaum muda Indonesia yang lebih cerah. Kepada para anggota muda Gerakan Pramuka, yakni adik-adik pramuka di seluruh Indonesia, saya menyampaikan rasa bangga. Sangatlah tepat pilihan adik-adik untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. Mengikuti pendidikan formal saja tidaklah cukup.

Untuk hasil yang optimal dalam pembentukan watak, kepribadian dan akhlak mulia, adik-adik perlu menambah dan meningkatkan wawasan serta pemahaman, antara lain dengan mengikuti pendidikan nilai-nilai melalui Gerakan Pramuka.

Semoga upaya yang kita lakukan senantiasa mendapatkan ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jayalah Pramuka Jayalah Indonesia

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Pramuka,

Jakarta, 14 Agustus 2009
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua,

Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH
selanjutnya ...

Minggu, Juli 19, 2009

Sumsel Tuan Rumah Jambore Nasional

PALEMBANG - Jika tidak ada aral melintang, pelaksanaan Jambore Nasional Pramuka IX akan dilaksanakan di Ogan Komering Ilir (OKI) pada Juli 2011 mendatang. Sepanjang sejarah Jambore, Sumsel adalah provinsi keempat diluar Jawa. Di momentum ini, 30 ribu pramuka dari berbagai daerah di Indonesia kumpul di OKI dan juga dihadiri utusan pramuka dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darusalam.

Hal ini terungkap pertemuan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dengan Ketua Kwarnas Prof Dr dr H Azrul Azwar MPH yang datang bersilaturahmi kemarin, Rabu (6/5) di Pmeprov Sumsel. Kedatangan Ketua Kwarnas Pramuka dan rombongan ke Sumsel bertujuan memohon dukungan H Alex Noerdin yang secara AD/ART Pramuka jabatan gubernur sebagai Kamabida (Ketua Majelis Pembimbing Daerah) Pramuka Sumsel. Selain itu, rombongan juga meninjau persiapan areal dan lokasi perlaksanaan Jambore nasional.


Menurut Azrul, dipilihnya Sumsel sebagai tuan rumah karena prestasi pramuka Sumsel yang menjadi pertimbangan. Disamping itu, banyaknya peserta yang ingin mengenal Sumsel yang telah melaksanakan program sekolah dan berobat gratis bagi semua masyarakat sehingga sangat diharapkan peserta untuk melihat dari dekat pelaksanaanya.


Jambore Nasional yang akan diikuti 24 ribu peserta pramuka Penggalang dan penegak ditambah 6 ribu pendamping diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Sumsel khususnya di OKI.


Alex Noerdin dalam pertemuan itu menyatakan dukungan penuh pelaksanaan Jambore nasional yang dinilainya sebagai pemacu dan percepatan pembangunan di OKI pada 2011 mendatang, yang kebetulan di Sumsel sedang berlangsung Sea Games dengan 4200 atlit. Namun begitu, Alex minta agar pelaksanaan Jambore Nasional di OKI tidak seperti Jambore di Sibolangit 2001 lalu. Saat itu sarana dan fasilitas yang dibangun dengan dana miliran rupiah terkesan mubazir pasca Jambore.



Sumber : Sripoku.com
selanjutnya ...

Jumat, Mei 01, 2009

EKSPEDISI KELAUTAN PRAMUKA INDONESIA 2009 (SIARAN PERS NO.03 HK-V/2009)


Indonesia pada tanggal 11-15 Mei 2009 mendapat kepercayaan dunia untuk menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference atau disingkatWOC) dan tempat pelaksanaannya di Manado, Sulawesi Utara.
WOC ini merupakan bagian dari pelaksanaan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Hukum Laut serta bukti kepercayaan masyarakat dunia terhadap Indonesia, sebagai manivestasi pengakuan atas Azas Negara Kepulauan (Archipelagic State) seperti tertuang dalam UNCLOS 1982 yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985.
Gerakan Pramuka memandang hal tersebut sebagai peluang emas untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, bahkan juga masyarakat dunia; betapa Gerakan Pramuka selama ini telah peduli terhadap �laut� melalui kegiatan Saka Bahari.
Oleh karena itu, untuk memeriahkan kegiatan tersebut, Kwarnas Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan Ekspedisi Kelautan Pramuka Indonesia Tahun 2009. Kegiatan ekspedisi ini akan berlangsung dari tanggal 5 � 20 Mei 2009.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH mengatakan bahwa, mengingat kondisi geografis Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dua pertiga wilayahnya merupakan laut, Gerakan Pramuka senantiasa berusaha dan berupaya menanamkan serta menumbuh- kembangkan �Cinta Laut� kepada anak-anak bangsa.
Wujud dari komitmen itu, ujar Ka Kwarnas, Gerakan Pramuka sejak tahun 1984 telah membentuk Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari, maksudnya agar setiap Pramuka khususnya anggota Saka Bahari menyadari, bahwa laut dengan semua potensi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan salah satu soko guru kemakmuran rakyat, sebagai modal dasar pembangunan nasional.
Menurut Ka Kwarnas, bahwa tujuan dari penyelenggaran Ekspedisi Kelautan Pramuka Indonesia 2009 ini, selain untuk memeriahkan penyelenggaraan WOC, juga mengarahkan para peserta untuk menjadi peduli terhadap laut dengan segala aspeknya; potensi sumberdaya, lingkungan dan alam sekitarnya; memiliki rasa �CINTA LAUT� dan pandangan hidup yang berorientasi ke laut, serta mampu menularkannya kepada orang lain, khususnya Pramuka dan Pemuda; memperoleh bekal dan tambahan pengetahuan, keterampilan, teknologi dan pengalaman tentang kebaharian yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara; memiliki semangat berlatih dan berkarya dalam bidang kebaharian; meningkatnya persaudaraan dan kerja sama antar anggota pramuka; dan memahami pentingnya laut disekitar kita untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bela negara; serta meningkatnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan yang mengangkat tema �Dengan Semangat Bahari Kita Bangun Masa Depan Bangsa�, berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya menuju Bitung, Manado, tanggal 5 Mei 2009 dan pulang dari Manado menuju Tanjung Perak, Surabaya tanggal 15 Mei 2009. Route perjalanan ekspedisi, yaitu Surabaya, Balikpapan, Palu dan finish di Bitung. Begitu juga sebaliknya, kepulangan peserta menggunakan kapal dan route yang sama.
Peserta Ekspedisi Kalautan Pramuka Indonesia 2009 adalah para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera-puteri anggota Saka Bahari serta Pembina Pramuka Mahir Penegak sebagai Pamong Saka Bahari utusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Utara. Masing-masing Kwarda mengirimkan sebanyak 12 orang, dengan jumlah seluruhnya diperkirakan 350 orang. Dari jumlah tersebut sudah termasuk utusan Ikatan Sarjana Oceanografi Indonesia.
Direncanakan selama perjalanan kegiatan meliputi dinamika kelompok, WOC, praktek kebarian, oceanografi, potensi dan sumberdaya laut, pengolahan hasil laut, pelestarian lingkungan laut (terumbu karang dan mangrove), dan bela negara matra laut. Sedangkan selama di Manado, para peserta akan mengikuti kegiatan partisipasi dalam WOC, kunjungan pameran, bakti sosial, seminar kelautan, praktek kebaharian, pentas seni dan wisata edukatif. (Humas Kwarnas)
selanjutnya ...