“Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat”
javascript:void(0)
Tampilkan postingan dengan label kamabinas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamabinas. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 21, 2008

Pembukaan ASEAN Scout Jamboree 2008

Presiden SBY didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie, Minggu (19/10) sore, membuka Perkemahan Kepanduan ASEAN, di Bumi Perkemahan Pramuka, CIbubur, Jakarta.

Jambore yang berlangsung pada 18 - 26 Oktober ini diikuti pramuka putera dan puteri usia 13-16 tahun. Kontingen dalam negeri berasal dari 33 provinsi. Sementara kontingen luar negeri berasal dari 9 negara anggota ASEAN, kecuali Myanmar. Total peserta jambore 1.500 orang.

Pada sambutannya, Presiden SBY menyatakan bahwa gerakan kepanduan merupakan investasi terbaik bangsa untuk masa depan masing-masing. "Semoga jambore ini membawa semangat kita untuk memperbaiki dunia. Wake up everybody. Wake up scouts," kata Presiden SBY. Wake up adalah lagu tema Perkemahan Kepanduan ASEAN 2008 ini.

Bahkan, lanjut SBY, gerakan pramuka bisa berperan membuat masa depan ASEAN yang lebih baik. "Nilai solidaritas, saling hormat-menghormati, dan semangat kegigihan yang diajarkan, merupakan modal bagi generasi muda menjawab tantangan dunia,” Presiden menambahkan.

Selain itu, Presiden mengharapkan melalui gerakan budaya dan kesenian, kerjasama antarnegara ASEAN dapat terwujud. Meskipun kerjasama tersebut tidak diwujudkan dalam waktu singkat. Tetapi kegiatan semacam ini harus terus didukung sehingga timbul kesamaan melihat ASEAN,sebagai satu bangsa

Dalam laporannya, Ketua Gerakan Pramuka Nasional, H.Asrul Azwar, mengatakan kegiatan perkemahan kepanduan ASEAN ini merupakan amanah dari pernyataan Presiden SBY saat menyematkan Lencana Tunas Kencana kepada PM Malaysia pada 2007 lalu. Kegiatan jambore ini, antara lain, Scouting Skills, Adventure Land, ASEAN Cultural Village, ASEAN Development Village, ASEAN Solidarity, ASEAN Development Boulevard, ASEAN Sportacular, Educational Tour, dan ASEAN Spectacular.



Tema Perkemahan Kepanduan ASEAN ini adalah "Developing Brotherhood and Cultural Understanding" atau membangun persaudaraan dan pemahaman budaya. Sementara mottonya One Spirit, One Promise, One ASEAN Community ( Satu Semangat, Satu Janji, Satu Komunitas ASEAN). Tampak hadir, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Seskab Sudi Silalahi, duta besar negara sahabat, Wakil Gubernur DKI Priyanto. (win)
selanjutnya ...

Sabtu, Agustus 16, 2008

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA HARI ULANG TAHUN GERAKAN PRAMUKA KE-47 TAHUN 2008

Taman Bunga Wiladatika, Jakarta
14 Agustus 2008

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.

Para tamu undangan dan hadirin yang saya muliakan,
Para peserta upacara yang saya banggakan,
Salam Pramuka!

Hari ini, kita bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-47 Gerakan Pramuka. Selaku Kepala Negara, saya ingin menyampaikan ucapan selamat Ulang Tahun ke-47, kepada keluarga besar Gerakan Pramuka, pimpinan dan pengurus kwartir, pelatih dan, pembina, serta segenap anggota Gerakan Pramuka di seluruh tanah air. Semoga, Gerakan Pramuka dapat terus maju dan berkembang, melahirkan tunas-tunas bangsa, yang akan membangun dan membawa bangsa kita, menuju masa depan yang lebih baik.

Hadirin yang saya muliakan,
Saya ingin mengingatkan kembali, dua tahun yang lalu, di tempat ini, kita bersama-sama telah mencanangkan sebuah tekad untuk melakukan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Kenapa kita bertekad untuk melakukan itu? Karena saya tidak ingin, jika gerakan Pramuka dianggap tidak penting lagi di negeri kita. Saya juga tidak ingin Gerakan Pramuka menjadi melempem, kurang bersemangat, dan berjalan apa adanya.

Saya selalu mengatakan bahwa Gerakan Pramuka itu sangat penting. Gerakan Pramuka tetap relevan dengan perkembangan zaman. Walaupun era globalisasi itu penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap merupakan faktor penentu yang paling utama. Untuk itulah kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga pemuda yang tangguh kepribadiannya, yang luhur budi pekertinya, serta generasi muda yang rukun, dan kompak bersatu. Karena pemuda demikianlah, yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini, dan sanggup untuk menatap masa depan dengan lebih baik.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kita semua melihat, bahwa revitalisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap Pramuka. Pramuka telah dijadikan sebagai salah satu pilar penting dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan kepramukaan telah diajarkan kepada seluruh kaum muda kita. Dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, Gerakan Pramuka telah dapat menarik kembali elemen masyarakat untuk merapatkan barisan, berjuang dan bekerja keras, menuju cita-cita bangsa Indonesia.

Para peserta upacara,
Hadirin yang saya muliakan.
Oleh sebab itu, sangatlah tepat, apabila tema yang diambil pada Hari Ulang Tahun Pramuka Tahun ini, adalah “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Kita Pacu Perkembangan Gerakan Pramuka”. Dengan tema itu, secara optimis, kita ingin melihat revitalisasi Gerakan Pramuka, dapat lebih cepat mencapai tujuannya.

Tahun ini, adalah momentum yang tepat untuk menggelorakan semangat kebangkitan nasional dan optimisme bangsa. Tahun ini, merupakan tahun yang sangat simbolis bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dalam tahun 2008, kita peringati 100 tahun Kebangkitan Nasional ; 80 tahun Sumpah Pemuda, dan ; 10 tahun Reformasi! Tonggak-tonggak sejarah itu, membuktikan jati-diri bangsa kita, sebagai bangsa yang besar. Bangsa yang tangguh dalam menghadapi tantangan, dan bangsa yang selalu optimis, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pada peringatan Hari Pramuka ke-46 tahun lalu, saya telah menegaskan agar Revitalisasi Gerakan Pramuka, terus dilanjutkan dengan berbagai inovasi dan pembaharuan metodologi. Saya yakin dengan capaian-capaian dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini, kita akan mampu menjadikan Gerakan Pramuka sebagai perekat bangsa, pengobar semangat nasionalisme, pembangun jiwa patriotisme, dan penebar semangat bela negara.

Berkaitan dengan itu, bertepatan dengan Hari ulang tahun Gerakan Pramuka tahun ini, saya akan meresmikan pendidikan bela negara bagi pelatih pembina Pramuka, yang diikuti oleh 156 orang dari seluruh Indonesia. Upaya ini merupakan langkah yang kongkrit, untuk menanamkan nilai-nilai jiwa bela negara bagi generasi muda bangsa. Binalah mereka dengan sungguh-sungguh, sehingga kelak ketika dewasa, mereka akan menjadi bagian dari bangsa yang mandiri, bangsa yang berdaya saing tinggi, dan bangsa yang berperadaban mulia.

Hadirin dan Peserta Upacara yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan dan arahan saya kepada segenap anggota, pembina, dan pembimbing Gerakan Pramuka di seluruh tanah air:

Pertama, perkuat organisasi dan manajemen Kepramukaan dengan sebaik-baiknya. Terus lakukan konsolidasi di antara seluruh jajaran pengurus Gerakan pramuka, agar dapat memantapkan peran sebagai organisasi yang kokoh.

Kedua, mantapkan Gugus Depan berbasis sekolah, dan kembangkan Gugus Depan berbasis wilayah, agar aktivitas dan kedudukan Gerakan Pramuka semakin kuat dan tangguh. Utamakan program kegiatan yang berorientasi pada pembentukan karakter yang tangguh, peningkatan semangat bela negara, penguatan patriotisme, dan pengembangan kreatifitas dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Ketiga, mantapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Kembangkan kemitraan, serta implementasikan pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari; dan

Keempat, mantapkan tekad seluruh anggota Pramuka, sebagai warga bangsa, untuk menjadi “satu bumi pertiwi, satu bangsa, satu janji, satu komitmen, dan satu aksi” dalam mewujudkan rakyat yang sehat, cerdas, maju, dan sejahtera.

Para peserta upacara yang saya banggakan.
Hadirin yang saya muliakan.
Sebelum mengakhiri sambutan ini, kepada para menteri terkait, saya instruksikan agar saudara-saudara terus memberikan dukungan dan fasilitasi nyata, termasuk pendanaan, dalam rangka implementasi Revitalisasi Gerakan Pramuka. Kepada para kepala daerah, saya minta untuk memberikan dukungan dan fasilitasi pendanaan, pada setiap kegiatan Gerakan Pramuka di wilayahnya masing-masing.

Kepada para penerima penghargaan Lencana Melati Gerakan Pramuka, baik tokoh-tokoh dari Indonesia, maupun para tokoh kepanduan Asia Pasifik, saya ucapkan selamat, terima kasih dan penghargaan yang tinggi, atas jasa-jasa, pengabdian, dan kerjasamanya dalam meningkatkan aktivitas Gerakan Pramuka. Secara khusus kepada kedua orang tua Almarhum Pungkas Tri Baruno, penerima Lencana Darma Bakti, saya menyampaikan rasa duka cita yang amat dalam, dan memberikan penghargaan yang tinggi, atas perjuangan almarhum untuk membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional. Kita semua bangga atas patriotisme Pungkas Tri Baruno, dan namanya akan terukir abadi dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa.

Akhirnya, bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-47 Gerakan Pramuka, seraya memohon ridho Allah SWT, dengan mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Pelatihan Pendidikan Bela Negara bagi Gerakan Pramuka, dengan ini saya nyatakan dengan resmi dibuka.

Semoga Allah SWT, senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian.

Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia!
Salam Pramuka,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Jakarta, 14 Agustus 2008
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
selanjutnya ...

Jumat, Agustus 15, 2008

Presiden SBY bertekad untuk mensukseskan revitalisasi gerakan Pramuka


"Saya tidak ingin gerakan Pramuka tidak penting lagi di Indonesia. Saya juga tidak ingin Pramuka jadi melempem, kurang semangat dan apa adanya," kata Presiden Kamis (14/8) sore, pada upacara Peringatan Hari Pramuka ke-47 di Cibubur, Jakarta Timur.

Pramuka sangat penting serta tetap relevan dengan perkembangan jaman. "Walaupun globalisasi penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia adalah faktor penentu utama. Oleh karena itu, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, bukam hanya pemuda yang cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga yang tangguh kepribadiannya, baik budi pekertinya," jelas SBY. (mit)


Keterangan foto:Presiden SBY dan Ibu Negara bersama Pramuka saat menghadiri Hari Pramuka ke 47 di Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8) sore. (foto: abror/presidensbyinfo) selanjutnya ...

SBY: Saya Tidak Ingin Gerakan Pramuka Tidak Penting Lagi di Indonesia


Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Kamis (14/8) sore, menghadiri upacara Peringatan Hari Pramuka ke-47 di Lapangan Gajah Mada, Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Dalam upacara yang dihadiri kurang lebih 2.250 anggota Pramuka tersebut, Presiden SBY menjadi Pembina Upacara.

Tampak hadir bersama dengan Presiden di dalam acara yang bertemakan "Dengan Semangat Kebangkitan Nasional Kita Pacu Perkembangan Gerakan Pramuka", antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar. Dengan tema tersebut di atas, diharapkan gerakan Pramuka dapat berkembang sebagai lembaga pendidikan yang strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh.

Presiden SBY selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Melati dan Dharma Bakti kepada para penerima. Mereka yang menerima Lencana Melati merupakan tokoh-tokoh pandu Asia Pasifik. Mereka adalah Jenderal TNI Djoko Santoso, Fasli Jalal, Hon Jejomar C. binay, Pehin Dato Seri Paduka Awang Mohd Ali Daud, Abdullah Rasheed, Yaacob Bin Haji A. Karim, Abdul Kader Bin Haji Mhd Nor, dan Wahidin Halim. Kemudian Abdul Hafiz Hasibuan, L. Rumadas, Amirul Tamim, Stefanus Vreeke Runtu, Ridwan Effendi, Mahrus Amin, Wan Abubakar, Hanny Sondakh, Tamotsu Inoue serta Idris Rahim.

Sementara itu, enam orang yang menerima Lencana Dhara Bakti adalah Ridwan Suwidi, M. R. Kambu, Satono S. P., Imdaad Hamid dan Marwan Hasmen. Selain itu, Pungkas Tri Baruno, salah seorang Tim Ekspedisi Tunas Indonesia yang wafat setelah berhasil menancapkan bendera Merah Putih dan bendera Gerakan Pramuka di Gunung McKinley, Alaska, Amerika Serikat, juga dianugerahi Lencana Darma Bakti.

Presiden SBY bertekad untuk mensukseskan revitalisasi gerakan Pramuka. "Karena saya tidak ingin gerakan Pramuka tidak penting lagi di Indonesia. Saya juga tidak ingin Pramuka jadi melempem, kurang semangat dan apa adanya," kata Presiden.

Presiden SBY mengungkapkan bahwa Pramuka sangat penting serta tetap relevan dengan perkembangan jaman. "Walaupun globalisasi penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia adalah faktor penentu utama. Oleh karena itu, kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, bukam hanya pemuda yang cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga yang tangguh kepribadiannya, baik budi pekertinya," jelas SBY.

Presiden berharap Pramuka dapat maju dan berkembang. "Melahirkan tunas-tunas bangsa yang akan membangun bangsa kita, menuju masa depan yang lebih baik," ujar SBY.

Selain itu, agar revitalisasi Gerakan Pramuka sukses, Presiden SBY meresmikan Pendidikan Bela Negara untuk 146 orang dari seluruh Indonesia. "Untuk menanamkan jiwa bela negara sebagai generasi bangsa," ujar Presiden.

Kepada seluruh anggota Pramuka, Presiden SBY berpesan agar mereka selalu memperkuat organisasi serta manajemen kepramukaan, selalu memantapkan gugus depan berbasis sekolah serta wilayah. Lalu memantapkan prinsip dasar serta metode kepramukaan dan memantapkan tekad dan semangat anggota Pramuka sebagai satu bangsa.

Kepada para menteri, Presiden SBY juga menginstruksikan untuk terus memberikan dukungan dan fasilitas nyata kepada Gerakan Pramuka, termasuk pendanaan.

Akhirnya, kepada orang tua almarhum Pungkas, Presiden SBY mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam serta memberikan pernghargaan yang tinggi atas perjuangan almarhum. "Kita semua bangga atas patriotisme Pungkas Tri Baruna dan namanya akan terukir abadi dalam kisah perjuangan bangsa," kata SBY.

Layaknya upacara Pramuka, upacara tersebut diakhiri dengan menyanyikan Hymne Satya Dharma Pramuka, pembacaan doa serta ditutup dengan penghormatan pasukan kepada pembina upacara. (mit)
selanjutnya ...

Jumat, Agustus 08, 2008

47 Tahun Gerakan Pramuka, mau dibawa kemana gerakan ini?

2 Tahun yang lalu tepatnya 14 Agustus 2006, Presiden SBY selaku Pramuka Utama/Ka Mabinas mencanangkang Revitalisasi Gerakan Pramuka walaupun sebenarnya rencana revitalisasi ini sudah dimulai sejak Munas 2003 yang merekomendasikan Keppres No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramua agar dijadikan Undang-Undang.
Berikut petikan pidato Presiden selaku KaMabinas pada saat Peringatan HUT Pramuka tanggal 14 Agustus 2007 ;







Bismillahirrahmanirrahim,
Assalam’ualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, para Pramuka Mabinas Gerakan Pramuka. Yang saya muliakan para pimpinan kepanduan Negara-negara Sahabat, para Pimpinan Gerakan Pramuka, baik Pusat maupun Daerah, Adik-adik Anggota Gerakan Pramuka khususnya Pramuka Penggalang.
Hadirin sekalian yang saya muliakan, Salam Pramuka! Marilah sekali lagi, kita panjatkan puji dan syukur ka hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menghadiri Peringatan Hari Gerakan Pramuka ke 46 Tahun 2007. Saya ucapkan selamat kepada keluarga besar Pramuka pada hari jadi yang ke 46 ini dengan harapan Gerakan Pramuka terus dapat melaksanakan pengabdian terbaik kepada bangsa dan Negara tercinta.
Saudara-saudara, Tepat satu tahun yang lalu, 14 Agustus Tahun 2006 ditempat ini, saya canangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Sejak itu saya melihat, kita semua melihat, bahwa aktivitas Gerakan Pramuka yang konstruktif makin meningkat, baik yang dilaksanakan didalam mnegeri maupun yang dilaksanakan di luar negeri. Kita melihat kebangkitan kembali Gerakan Pramuka, tentu ini patut kita syukuri karena Gerakan Pramuka pada hakekatnya adalah bagian utuh dari pendidikan bangsa dan pembangunan nasional. Saya berharap kepada keluarga besar Pramuka terus tingkatkan kegiatan Pramuka di seluruh tanah air secara terarah, konstruktif dan edukatif dengan cara-cara yang lebih inofatif.
Saudara-saudara, Mengapa Gerakan Pramuka penting dan mengapa pula Revitalisasi Gerakan Pramuka harus benar-benar kita laksanakan? Pertama, tujuan dan sasaran Gerakan Pramuka sangat baik. Karena Gerakan Pramuka membangun watak atau karakter remaja dan pemuda yang tangguh dan kuat, membangun rasa cinta bangsa dan rasa cinta tanah air atau sering kita kenal dengan patriotisme dan nasionalisme, membangun pengetahuan bela negara sedini mungkin, melatih ketrampilan fisik untuk mengatasi tantangan alam, membangun budi pekerti dan .ketakwaan kepada tuhan Yang Maha Esa serta membangun kasih sayang, persaudaraan, kerukunan dan kekompakan diantara kita semua.
Sesungguhnya itu adalah esensi Dasa Dharma Pramuka. Kita bangga, bangsa ini akan bangga memiliki remaja dan pemuda yang berkarakter, berpengetahuan dan berketrampilan fisik seperti itu. Generasi muda kita akan unggul, apabila semua itu dapat dibangun dan dikembangkan dan akan memiliki daya saing yang tinggi. Jika itu dicapai, Indonesia akan benar benar menjadi negara yang kuat dan maju.
Sedangkan mengapa Revitalisasi Gerakan Pramuka yang saya canangkan tahun lalu harus berhasil? Saya melihat, kita melihat bahwa sejak krisis terus terang ada semacam penurunan atau kelesuan Gerakan Pramuka. Bahkan ada yang berpendapat, Gerakan Pramuka itu tidak penting, membuang-buang waktu, kegiatan itu-itu saja, lebih baik bermain computer agar lebih pintar dan lain-lain. Saya katakan itu tidak benar. Saya mengatakan, Gerakan Pramuka tetap penting, tetap relevan dan justru kita tingkatkan. Ingat, karakter bangsa yang kita bangun, watak bangsa yang kita bangun, bukan hanya manusia atau pemuda yang cerdas berpengetahuan, tetapi juga yang tangguh berkepribadiannya, yang luhur budi pekertinya dan yang rukun serta kompak bersatu.
Tentu saja para Pimpinan Gerakan Pramuka diseluruh Indonesia, juga patut mendengarkan kritik-kritik masyarakat, agar kita lebih maju. Lakukan inovasi dan pembaharuan, agar pendekatan, metodologi dan kegiatan Gerakan Pramuka semakin tepat dan sesuai dengan keadaan jaman.
Para peserta upacara yang saya hormati, Menghadapi tantangan era globalisasi dan tantangan Indonesia masa kini terhadap generasi muda, saya perlu menggarisbawahi perlunya sekali lagi pembinaan generasi muda yang efektif dan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang harus kita laksanakan. Terus terang kita bangga, banyak sekali anak-anak, remaja dan pemuda Indonesia yang terus berkarya dan berprestasi, baik yang ditunjukan di dalam negeri maupun di luar negeri. Saya bangga, banyak remaja Indonesia yang memborong kejuaraan atau medali emas di luar negeri, misalnya kejuaraan Olympiade Fisika, Kimia dan Biologi, kejuaraan catur internasional kejuaraan teater anak yang semua itu telah berhasil dengan gemilang dan memborong kejuaraan yang membanggakan.
Saya juga melihat ,datang sendiri,berdialog dengan anak anak remaja ,pelajar, mahasiswa yang melakukan riset dan berbagai penemuan, baik di bidang pertanian atau pangan, energi, mesin dan lain-lain. Ini menunjukan generasi muda yang cerdas dan inofatif. Saya juga bangga atas semuanya itu.
Minggu lalu, tanggal 12 Agustus 2007 di Bogor, saya juga menyaksikan dengan menteri-menteri dan pejabat yang lain. Lomba Lukis dan Cipta Puisi dari anak­anak Sekolah Dasar dari seluruh Indonesia, karyanya sangat bagus dan membanggakan. Tentu terhadap karya dan prestasi itu, kami bangga, kami sungguh menyayangi dan mencintai anak Indonesia. Pertahankan karya dan prestasi itu.
Tetapi saudara-saudara, saya harus dengan jujur mengatakan, kita juga prihatin karena ada sejumlah remaja dan pemuda yang tergelincir dalam pergaulan dan kehidupan yang tidak baik. Misalnya dalam kejahatan narkoba, melaksanakan tindakan-tindakan kekerasan, terjebak dalam pergaulan bebas yang merusak dan kegiatan-kegiatan lain yang tentunya sesat, tidak konstruktif dan menghancurkan masa depan remaja kita. Perilaku semacam ini, kalau kita biarkan akan menghancurkan, bukan hanya masa depan generasai muda, tapi juga masa depan kita semua. Akan melemahkan karakter bangsa dan membikin negara kita makin jauh untuk menjadi negara maju. Oleh karena itu, mari kita cegah dan kita selamatkan generasi muda kita dari godaan-godaan seperti itu.
Dalam kaitan ini, Gerakan Pramuka, saya yakini bisa berperan dan berbuat banyak. Gerakan Pramuka bisa mendorong, memberi contoh, mengajak untuk generasi muda kita terus berkarya dan berprestasi, sekaligus mencegah, menyelamatkan generasi muda kita dari kehidupan yang tidak sehat, yang sesat dan menghancurkan masa depan mereka.
Tema dari Hari Pramuka 2007 ini adalah “Satu Dunia, Satu Janji, Satu Tekad: Tingkatkan Budi Pekerti Anak Indonesia”. Tema ini saya garis bawahi dan ingat budi pekerti adalah bagian dari karakter, dari kepribadian bangsa kita. Sedangkan tema Jambore Dunia ke 21 di Inggris, “One World One Promise”. Dua-duanya dapat kita satukan. Dan dalam kesempatan ini saya mengajak kepada Gerakan Kepanduan seluruh dunia untuk bekerja sama dengan Gerakan Pramuka Indonesia menyelamatkan dunia kita, menyelamatkan bumi kita menjadi dunia yang memiliki peradaban yang tinggi. Laksanakan berbagai kegiatan bersama Pramuka Indonesia dengan Gerakan Kepanduan Negara-negara sahabat.
Pada hari yang bersejarah ini, saya akan menyampaikan pesan, sekaligus harapan kepada keluarga besar Gerakan Pramuka.
Pertama, lanjutkan Revitalisasi Gerakan Pramuka, agar benar-benar mencapai hasil yang baik.
Kedua, terus lakukan inovasi dan pembaharuan metodologi, cara-cara dalam kegiatan Gerakan Pramuka.
Ketiga, kembangkan terus kerjasama dengan berbagai pihak, sebagaimana yang disampaikan oleh Pimpinan Kwarnas Gerakan Pramuka tadi. Misalnya, kerjasama dalam pemberantasan kejahatan narkoba, kerjasama dalam Kampanye Gerakan Membaca dan kerjasama dalam pendidikan bela negara.
Keempat, dorong semua adik-adik Pramuka untuk terus berkreasi, berkarya dan berprestasi.
Kelima, persiapkan Jambore ASEAN di Indonesia, Insya Allah tahun depan, tahun 2008 sebaik-baiknya. Indonesia selama ini selalu menjadi tuan rumah yang baik. Tolong siapkan sebaik-baiknya, yang rapi, yang tertib, yang aman dengan berbagai kreatifitas dan pelayanan-pelayanan terbaik.
Keenam, khusus adik-adik Pramuka, terhadap ancaman dan godaan kegiatan yang merusak tadi, narkoba, pergaulan bebas, kekerasan dan lain-lain.Pesan saya adalah selamatkan diri sendiri, orang seorang, setelah itu, selamatkan keluarga, setelah itu selamatkan teman sekolah, selamatkan teman bermain dan tentu selamatkan keluarga Pramuka.
Yang ketujuh, cintailah dan selamatkan lingkungan dan tanah air kita. Saya dukung, saya dorong Gerakan Pramuka untuk kampanye penghijauan, kampanye Gerakan menanam di seluruh Indonesia.
Kedelapan, atau yang terakhir, pesan dan harapan saya adalah sesuai tema hari Gerakan Pramuka 2007 ini, berbudipekertilah yang baik, termasuk ucapan dan tindakan adik-adik Pramuka. Senang berkata kasar, senang memaki, senang menghina, senang memfitnah, bukanlah budi pekerti yang baik. Tetapi menyayangi sesama, menghormati yang lain, rukun dengan teman apapun identitasnya, apapun agama, suku, etnis dan daerahnya adalah budipekerti yang baik dan masih banyak lagi contoh-contoh sikap, perilaku dan tindakan yang baik dan yang tidak baik .
Kita kumandangkan pada Hari Gerakan Pramuka tahun ini, “Satu Bumi Pertiwi, Satu Bangsa, Satu janji, Satu Komitmen, Satu aksi”. Dan saya mengajak segenap penyelenggara Negara, khususnya jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk membantu dan mendukung Revitalisasi Gerakan Pramuka. Semua, Pemerintah pusat, mulai dari saya, menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, para pimpinan dibidang informal, kalau sayang masa depan, sayangilah generasi muda kita. Kalau sayang generasi muda, sukseskan Gerakan Pramuka yang juga memberikan kontribusi yang besar.
Itulah pesan dan harapan saya. Mari kita jalankan bersama-sama. Akhirnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan Pendidikan Bela Negara bagi Gerakan dan saya resmikan penanaman pohon langkaoleh anggota Gerakan Pramuka seluruh tanah air. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Pramuka. selanjutnya ...